MITIGASI HALUSINASI LARGE LANGUAGE MODELS PADA TUGAS EKSTRAKSI KATA KUNCI BERITA BAHASA INDONESIA MELALUI PARAMETER-EFFICIENT FINE-TUNING BERBASIS LORA
Muhammad Theofany Aulia Anwar, Dr. Sigit Priyanta, S.Si., M.Kom.,
2026 | Tesis | MAGISTER KECERDASAN ARTIFISIAL
Large
Language Models (LLM) telah merevolusi berbagai
tugas dalam pemrosesan bahasa alami, termasuk ekstraksi kata kunci. Tantangan
serius pun muncul dari fenomena halusinasi, yaitu ketika model menghasilkan
kata kunci yang tidak termuat secara eksplisit atau implisit dalam teks sumber.
Hal ini berisiko merusak integritas informasi, terutama dalam domain berita
yang membutuhkan validitas tinggi. Penelitian ini mengusulkan pendekatan fine-tuning
berbasis Low-Rank Adaptation (LoRA) terhadap model Qwen3 sebagai
strategi mitigasi halusinasi dalam tugas ekstraksi kata kunci dari artikel
berita berbahasa Indonesia. Dengan menyusun dataset berbentuk pasangan teks dan
tag referensi dari portal Times Indonesia, model dilatih untuk lebih sesuai
pada batasan extractive dengan efisiensi parameter yang tinggi. LoRA
disisipkan secara selektif pada layer decoder-only untuk memperkuat
pemahaman kontekstual tanpa menambah beban komputasi besar. Evaluasi dilakukan
menggunakan analisis berbasis confusion matrix serta metrik semantik
BERTScore dan Semantic F1. Pada skenario baseline prompting, performa
terbaik model Qwen3 dicapai oleh Qwen3-8B dengan BERTScore F1 = 0,7293 dan
Semantic F1 = 0,5473, sementara model pembanding Gemini-2.5 Pro memperoleh
Semantic F1 = 0,6261. Setelah fine-tuning LoRA, terjadi peningkatan pada
Qwen3-8B mencapai BERTScore F1 = 0,8053 (all-modules) dan Semantic F1 =
0,6631 (qkv-only). Peningkatan ini menunjukkan bahwa LoRA efektif mengurangi
indikasi halusinasi dan meningkatkan keselarasan semantik kata kunci terhadap
referensi. Secara keseluruhan, penelitian ini berkontribusi pada peningkatan factuality
LLM untuk ekstraksi kata kunci berita berbahasa Indonesia melalui strategi
pelatihan yang hemat sumber daya namun efektif.
Large Language Models (LLMs) have revolutionized various tasks in Natural
Language Processing (NLP), including keyphrase extraction. However, a critical
issue arises from hallucination when models generate keywords not explicitly or
implicitly present in the input text—posing risks to factual integrity,
especially in high-stakes domains like journalism. This study proposes a
fine-tuning approach with Low-Rank Adaptation (LoRA) applied to the Qwen3 model
to mitigate hallucination in keyword extraction tasks on Indonesian-language
news articles. A curated dataset of news-text and human-written tags from Times
Indonesia is constructed to train the model under extractive constraints. LoRA
modules are strategically injected into decoder-only layers to optimize
contextual alignment while maintaining computational efficiency. Evaluation
conducted using confusion matrix-based analysis and the semantic metrics
BERTScore and Semantic F1. In the baseline prompting scenario, the best
performance of the Qwen3 model was achieved by Qwen3-8B with BERTScore F1 =
0.7293 and Semantic F1 = 0.5473, while the comparison model Gemini-2.5 Pro
obtained Semantic F1 = 0.6261. After LoRA fine-tuning, there was an improvement
in Qwen3-8B, reaching BERTScore F1 = 0.8053 (all-modules) and Semantic F1 =
0.6631 (qkv-only). This improvement shows that LoRA is effective in reducing
hallucination indicators and improving the semantic alignment of keywords to
references. Overall, this research contributes to improving the factuality of
LLMs for extracting Indonesian news keywords through a resource-efficient yet
effective training strategy.
Kata Kunci : Large Language Model, Ekstraksi Kata Kunci, Halusinasi, Fine-tuning, LoRA, Berita Indonesia