PERANCANGAN ULANG GEDUNG ASRAMA 3 LANTAI DI KOTA TIMIKA DENGAN KOLOM DAN BALOK KOMPOSIT
Fortunata Alya Yulitamurti, Prof. Ir. Ali Awaludin, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU., ACPE.
2026 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Perkembangan
pembangunan infrastruktur di Indonesia, khususnya di Kota Timika, mendorong
meningkatnya kebutuhan akan bangunan asrama yang mampu memberikan keamanan,
kenyamanan, serta efisiensi dalam pelaksanaan konstruksi. Struktur beton
bertulang yang umum digunakan memiliki beberapa keterbatasan, seperti dimensi
elemen yang relatif besar, berat struktur yang tinggi, dan waktu pelaksanaan
yang cukup lama. Di sisi lain, sistem struktur komposit yang menggabungkan
material baja dan beton mampu memanfaatkan keunggulan masing-masing material
sehingga menghasilkan struktur yang lebih kuat dan lebih ringan. Oleh karena
itu, dilakukan perancangan ulang Gedung Asrama 3 Lantai di Kota Timika dengan
menerapkan kolom dan balok komposit baja beton sebagai alternatif sistem
struktur yang diharapkan mampu meningkatkan kinerja struktur.
Perancangan
struktur mengacu pada SNI 1726:2019 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan
Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Nongedung, SNI 1727:2020 tentang Beban
Desain Minimum dan Kriteria Terkait untuk Bangunan Gedung dan Struktur Lain,
serta SNI 1729:2020 tentang Spesifikasi untuk Bangunan Gedung Baja Struktural.
Analisis dan pemodelan struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS
dengan mempertimbangkan beban mati, beban hidup, beban angin, dan beban gempa.
Variabel yang dikaji meliputi respons struktur terhadap pembebanan, simpangan
antar lantai, efek P-Delta, ketidakberaturan struktur, serta kapasitas elemen
kolom komposit dan balok baja terhadap gaya aksial, lentur, dan interaksi
aksial-lentur. Selain itu, dilakukan kajian terhadap aspek efisiensi biaya dan
waktu pelaksanaan konstruksi.
Hasil
kajian menunjukkan bahwa struktur yang dirancang memenuhi persyaratan kekuatan,
kekakuan, dan stabilitas berdasarkan ketentuan SNI yang berlaku. Nilai simpangan
antar lantai, efek P-Delta, dan ketidakberaturan struktur berada dalam batas
yang diizinkan. Seluruh elemen kolom dan balok komposit memenuhi persyaratan
kapasitas tekan, lentur, serta interaksi gaya aksial dan momen. Penerapan
sistem struktur komposit memberikan peningkatan kapasitas struktur, pengurangan
berat sendiri bangunan, serta kemudahan dalam proses fabrikasi dan ereksi.
Dengan demikian, sistem kolom dan balok komposit layak diterapkan pada Gedung
Asrama 3 Lantai di Kota Timika sebagai alterif struktur.
The development of infrastructure in Indonesia,
particularly in Timika City, has driven a growing demand for dormitory
buildings that provide safety, comfort, and efficiency in construction.
Commonly used reinforced concrete structures have several limitations, such as
relatively large element dimensions, high structural weight, and lengthy
construction times. On the other hand, a composite structural system that
combines steel and concrete can leverage the advantages of each material,
resulting in a stronger and lighter structure. Therefore, a redesign of the
three-story dormitory building in Timika City was carried out using
steel-concrete composite columns and beams as an alternative structural system
expected to improve structural performance.
The structural design refers to SNI 1726:2019
concerning Earthquake Resistance Planning Procedures for Building and
Non-Building Structures, SNI 1727:2020 concerning Minimum Design Loads and
Related Criteria for Buildings and Other Structures, and SNI 1729:2020
concerning Specifications for Structural Steel Buildings. Structural analysis
and modeling were performed using ETABS software, taking into account dead
loads, live loads, wind loads, and earthquake loads. The variables studied
included the structural response to loading, inter-story drift, the P-Delta
effect, structural irregularities, and the capacity of composite column and
steel beam elements to axial forces, bending, and axial-bending interactions.
Furthermore, cost efficiency and construction time were assessed.
The study results indicate that the designed structure
meets the strength, stiffness, and stability requirements based on applicable
Indonesian National Standard (SNI) regulations. Inter-story drift, the P-Delta
effect, and structural irregularities are within permissible limits. All
composite column and beam elements meet the capacity requirements for
compression, bending, and axial force and moment interactions. The application
of the composite structural system increases structural capacity, reduces the
building's self-weight, and simplifies fabrication and erection. Therefore, the
composite column and beam system is suitable for use in a three-story dormitory
building in Timika City as a structural alternative.
Kata Kunci : struktur komposit, kolom komposit, balok komposit, gedung asrama, Kota Timika.