Kajian risiko instalasi iradiasi Linac di Perjan RS DR Cipto Mangunkusumo
HERMAWAN, Asep Saefulloh, Dr.Ing. Sihana
2005 | Tesis | S2 Teknik Elektro (Magister Rekayasa Keselamatan IRadiasi pengion mempunyai peranan sangat penting dalam dunia kedokteran, terutama dalam mengobati penyakit kanker. Salah satu alat yang menggunakan radiasi pengion adalah Linear Accelerator (Linac). Pengoperasian Linac mengandung resiko bahaya yang tinggi baik bagi pekerja radiasi, pasien maupun masyarakat umum. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan maka perlu dilakukan kajian resiko pada pemanfaatan Linac. Selain itu perlu juga dikaji apakah pengoperasian fasilitas Linac telah memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan oleh BAPETEN. Pengkajian dilakukan dengan jalan menentukan kecelakaan apa yang mungkin terjadi dalam kegiatan pemanfaatan Linac. Penentuan kecelakaan dilakukan dengan menggunakan metoda Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Setelah ditetapkan skenario kecelakaan apa yang mungkin terjadi, tahap selanjutnya adalah menentukan factor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan tersebut. Hal ini dilakukan dengan menggunakan metoda pohon kegagalan. Dari hasil pengkajian yang dilakukan didapatkan skenario kecelakaan terparah yang mungkin terjadi, yaitu “pasien menerima dosis berlebih yang bersifat katastrofik†dengan nilai risiko 1,48.10-8 /jam. Nilai ini masih berada di bawah nilai batas yang ditetapkan oleh ICRP sebesar 2.10-4/tahun. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan tersebut perlu dilakukan perawatan secara teratur terhadap beberapa komponen Linac dan peralatan lainnya.
Ionizing radiation plays an important role in medical practices, especially in cancer treatment. Linear Accelerator (Linac) is a machine that uses ionizing radiation. The use of Linac contains high risk for workers and patients. To prevent accident, it is necessary assess risk in Linac operation. It is also important to assess whether the operation of Linac based on safety standards issued by BAPETEN. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) is used to identify what kind of accident that could occur in operation of Linac. Next step is identification what factors that made the accident to occur. This step is done by Fault Tree Analysis (FTA). From the result of this assessment, two worst scenarios are identified. The scenarios is “patient accepts over dose which have the character of catastrophic†with risk value 1,48.10-8 /hr. These value still under boundary value specified by ICRP equal to 2.10-4/yr. To prevent these accident, it is important to maintain Linac’s components and other equipment regularly.
Kata Kunci : Teknologi Informasi,LINAC,Kajian Resiko,Radiasi Pengion, Linac, Risk Assessment, FTA