Laporkan Masalah

Korelasi antara Tingkat Keparahan Jerawat dan Kualitas Hidup pada Pasien di Klinik Estetika "X"

Alfira Luthfi Nur Fatimah, Dr. dr. Niken Trisnowati, M.Sc., Sp.DVE, Subsp.D.A; dr. Dyah Ayu Mira Oktarina, Ph.D, Sp.DVE, Subsp.OBK

2026 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Jerawat merupakan gangguan kulit inflamasi kronis yang secara signifikan memengaruhi penampilan fisik dan kesejahteraan psikososial, khususnya pada kelompok dewasa muda. Meskipun prevalensinya tinggi, penelitian di Indonesia yang mengkaji dampak psikologis kondisi ini dalam konteks klinik estetika masih terbatas.

 

Permasalahan: Apakah terdapat hubungan negatif antara tingkat keparahan jerawat dan kualitas hidup di Klinik Estetika “X”?

 

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara tingkat keparahan jerawat dan kualitas hidup pada pasien di Klinik Estetika “X”, Jakarta.

 

Metode: Penelitian ini merupakan studi non-eksperimental dengan desain potong lintang (cross-sectional) yang melibatkan 36 pasien berusia 19–31 tahun yang memenuhi kriteria inklusi melalui teknik consecutive sampling. Tingkat keparahan acne dinilai menggunakan sistem penilaian American Academy of Dermatology (AAD), sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan Dermatology Life Quality Index (DLQI). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman rho.

 

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan (r = -0,950; p = 0,000) antara tingkat keparahan jerawat dan kualitas hidup, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat keparahan jerawat, semakin rendah kualitas hidup pasien.

 

Kesimpulan: Jerawat berdampak negatif terhadap dimensi fisik, psikologis, dan sosial kehidupan individu. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan manajemen yang integratif yang tidak hanya berfokus pada aspek dermatologis, tetapi juga mempertimbangkan faktor psikososial.

Background: Acne vulgaris is a chronic inflammatory skin disorder that significantly affects physical appearance and psychosocial well-being, particularly among young adults. Despite its high prevalence, few studies in Indonesia have examined its psychological impact in aesthetic clinic settings.

 

Problem: Is there negative correlation between severity of acne vulgaris and quality of life at “X” Aesthetic Clinic?.

 

Objectives: This study aims to determine the correlation between acne vulgaris severity and quality of life among patients at the “X” Aesthetic Clinic, Jakarta.

Methods: This non-experimental, cross-sectional study involved 36 patients aged 19–31 years who met inclusion criteria through consecutive sampling. Acne severity was assessed using the American Academy of Dermatology (AAD) grading system, and quality of life was evaluated using the Dermatology Life Quality Index (DLQI). Data were analyzed using the Spearman rho correlation test.

Findings: Results showed a significant negative correlation (r = -0.950, p = 0.000) between acne severity and quality of life, indicating that greater acne severity corresponded with lower quality of life.

 

Conclusion: Acne vulgaris adversely affects physical, psychological, and social dimensions of life. Integrative management addressing both dermatological and psychosocial factors is essential.

 

Kata Kunci : Acne vulgaris, quality of life, DLQI, AAD grading, Spearman rho, psychosocial impact.

  1. S1-2026-454488-abstract.pdf  
  2. S1-2026-454488-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-454488-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-454488-title.pdf