ANALISIS ENERGI PENGIKATAN ASAM MALAT SEBAGAI BAHAN BLEACHING NON-PEROKSIDA TERHADAP RESEPTOR HIPERSENSITIVITAS DENTIN (Kajian In Silico)
Naufal Zaidan Muttaqin, Dr. drg. Yulita Kristanti, M.Kes., Sp.KG, Subsp.KR; drg. Andina Widyastuti, SpKG., Subsp. KR
2026 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Konservasi Gigi
Hipersensitivitas dentin kerap muncul pasca bleaching berbasis peroksida. Asam malat dipertimbangkan sebagai kandidat bahan bleaching non-peroksida yang berpotensi lebih aman, namun dasar molekulernya terhadap reseptor nyeri/ inflamasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis energi pengikatan asam malat pada reseptor kunci hipersensitivitas dentin (PANX1, TRPA1, IL-6, dan TNF-?) serta membandingkannya dengan bahan peroksida secara in silico. Metode meliputi penyiapan struktur protein dari Protein Data Bank, pembersihan ligan/heteroatom, penentuan kantong ikatan, dan penambatan menggunakan AutoDock. Validasi atau redocking dilakukan untuk menguji protokol docking. Metode valid jika RMSD kurang dari 2. Sisi aktif ligan diketahui jika protein mengikat ligan asli. Setiap target menjalani 100 pengulangan untuk memperoleh distribusi energi pengikatan; nilai lebih negatif diinterpretasikan sebagai afinitas lebih baik. Hasil diringkas sebagai rerata/SD serta dianalisis secara statistik (uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney U) untuk membandingkan antar-reseptor dan terhadap kontrol peroksida. Hasil statistik menunjukkan sebagian besar kombinasi tidak normal dan tidak homogen (p<0>Kruskal– Wallis p<0>0,05), dan H?O? berikatan lebih kuat pada TNF-? (p<0>bleaching dan mendukung protokol dengan beban oksidatif rendah. Temuan ini menempatkan asam malat sebagai kandidat adjuvan atau bahan non-peroksida yang rasional untuk ditelaah lebih lanjut.
Dentin hypersensitivity commonly arises after peroxide-based bleaching. Malic acid is considered a potentially safer non-peroxide bleaching candidate; the molecular basis of its actions at pain/inflammatory receptors remains limited. This study assessed the binding energy of malic acid to key receptors of dentin hypersensitivity (PANX1, TRPA1, IL-6, TNF-?) and compared it with a peroxide agent in silico. Methods included preparation of protein structures from the Protein Data Bank, removal of irrelevant ligands/heteroatoms, identification of binding pockets, and docking using AutoDock. Protocol validation (re-docking) was performed to evaluate docking accuracy; the workflow was deemed valid when RMSD was <2>0.05), and H?O? bound more strongly to TNF-? (p<0>
Kata Kunci : asam malat, bleaching non-peroksida, energi pengikatan, hipersensitivitas dentin, molecular docking