Laporkan Masalah

Pengembangan Kerangka Kerja Hook-in-CBEWS Untuk Mendorong Niat Penggunaan Berkelanjutan Pada Aplikasi Peringatan Dini Berbasis Komunitas

Dimas Budianto, Prof. Ir. Lukito Edi Nugroho, M.Sc., Ph.D.; Ir. Azkario Rizky Pratama, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM.

2026 | Tesis | S2 Teknologi Informasi

Sistem peringatan dini konvensional sering kali gagal memicu tindakan perlindungan yang cepat dan berkelanjutan di tingkat komunitas nelayan pesisir, sebuah fenomena yang dikenal sebagai last-mile gap. Kegagalan ini tidak hanya dipengaruhi oleh hambatan operasional, keterbatasan akses, dan literasi teknologi, tetapi juga oleh belum adanya desain interaksi yang berpotensi memfasilitasi transformasi informasi peringatan menjadi siklus keterlibatan pengguna yang berulang, rendah beban usaha, dan pro-sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi kerangka kerja Hook-in-CBEWS yang mengintegrasikan psikologi perilaku dari Hook Model (Pemicu, Aksi, Imbalan, Investasi) ke dalam pilar Community-Based Early Warning System (CBEWS) guna menghasilkan purwarupa aplikasi peringatan dini maritim yang berpusat pada pengguna. Penelitian ini menggunakan Design Science Research Methodology (DSRM). Eksplorasi masalah dilakukan melalui metode campuran terhadap nelayan Parangtritis (33 responden survei dan 8 partisipan wawancara) yang dianalisis menggunakan QSR NVivo 15. Sintesis perancangan dilakukan menggunakan metode Best-Fit Framework Synthesis (BFFS), menghasilkan 36 pola desain dengan 19 Pola Desain Kritis. Pola-pola tersebut dieksekusi menjadi purwarupa high-fidelity bernama Perisai Laut, yang membawa inovasi utama seperti pemicu peringatan berbasis dampak ekonomi (Economic Impact-Based Trigger) dan pelaporan darurat dengan satu ketukan (Solidarity Investment). Kelayakan artefak dievaluasi melalui pengujian skor Evaluasi Heuristik Pakar, Tingkat Keberhasilan Tugas (usability testing), skor System Usability Scale (SUS), serta niat penggunaan berkelanjutan (Continuance Intention). Kerangka kerja ini menawarkan fondasi desain yang mengintegrasikan siklus Hook Model ke dalam CBEWS dan berpotensi menjembatani sebagian aspek last-mile gap, terutama pada aspek interaksi pengguna, kejelasan aksi, dan persepsi manfaat. Dengan pendekatan ini, EWS tidak hanya berfungsi sebagai sistem penyampai peringatan, tetapi juga sebagai mekanisme keterlibatan yang berpotensi memperkuat pemahaman risiko, respons protektif, dan kontribusi komunitas secara berkelanjutan.

Conventional Early Warning Systems (EWS) often fail to trigger timely and sustained protective actions among coastal fishing communities, a phenomenon commonly referred to as the last-mile gap. This failure is influenced not only by operational barriers, limited accessibility, and technological literacy constraints, but also by the absence of interaction designs capable of transforming warning information into recurring, low-effort, and prosocial user engagement cycles. This study aims to develop and evaluate the Hook-in-CBEWS framework, which integrates behavioral psychology principles from the Hook Model (Trigger, Action, Reward, and Investment) into the pillars of a Community-Based Early Warning System (CBEWS) to produce a user-centered maritime early warning application prototype. This research employed the Design Science Research Methodology (DSRM). Problem exploration was conducted using a mixed-methods approach involving fishermen in Parangtritis, consisting of 33 survey respondents and 8 interview participants. The collected data were analyzed using QSR NVivo 15. Design synthesis was performed using the Best-Fit Framework Synthesis (BFFS) method, resulting in 36 design patterns, including 19 Critical Design Patterns. These patterns were implemented into a high-fidelity prototype named Perisai Laut, featuring key innovations such as an Economic Impact-Based Trigger mechanism and a one-tap emergency reporting feature (Solidarity Investment). The artifact was evaluated through Expert Heuristic Evaluation, Task Success Rate testing (usability testing), the System Usability Scale (SUS), and Continuance Intention assessment. The proposed framework provides a design foundation that integrates the Hook Model engagement cycle into CBEWS and demonstrates the potential to address several aspects of the last-mile gap, particularly those related to user interaction, action clarity, and perceived usefulness. Through this approach, an EWS functions not merely as a warning dissemination system but also as an engagement mechanism that can strengthen risk awareness, protective responses, and sustained community contributions.

Kata Kunci : Desain Perilaku, Community-Based Early Warning System, Design Science Research, Hook Model, Keterlibatan Pengguna.

  1. S2-2026-546677-abstract.pdf  
  2. S2-2026-546677-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-546677-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-546677-title.pdf