Perumusan Strategi Retrofitting Vitalitas Kawasan Kota Lama Padang Berbasis Heterogenitas Spasial
Dwi Luthfiya Yumna, Dr. Eng. Ir. Muhammad Sani Roychansyah, S.T., M.Eng.
2026 | Tesis | MAGISTER RANCANG KOTA
Kawasan
Kota Lama Padang mengalami degradasi vitalitas yang ditandai dengan ketimpangan
aktivitas antar blok, kerusakan bangunan bersejarah, dan dominasi fungsi pasif.
Pendekatan revitalisasi konvensional sering kali menyeragamkan strategi tanpa
mempertimbangkan variasi karakteristik lokal setiap blok. Penelitian ini
bertujuan untuk merumuskan strategi retrofitting yang adaptif guna
meningkatkan vitalitas kawasan berdasarkan karakteristik spasial yang spesifik.
Metode yang digunakan mengacu pada pendekatan
mixed methods dengan fokus pada analisis spasial kuantitatif. Pengukuran
nilai vitalitas dilakukan menggunakan Simple Additive Weighting (SAW)
dengan pembobotan Entropy Weighted Method (EWM) pada 41 blok amatan. Hasil
dari nilai vitalitas akan dikombinasikan dengan jarak setiap blok dalam matriks
Eisenhower membentuk zona pola persebaran. Selanjutnya akan
diidentifikasi faktor-faktor penentu vitalitas menggunakan Geographically
Weighted Regression (GWR) sebagai model eksploratif, setelah seleksi
variabel melalui Ordinary Least Squares (OLS). Identifikasi faktor
dilakukan untuk mengetahui strategi retrofitting yang tepat untuk setiap
zona yang terbentuk.
Hasil
penelitian menunjukkan adanya polarisasi vitalitas yang signifikan di Kawasan
Kota Lama Padang. Analisis GWR membuktikan bahwa pengaruh faktor pembentuk
vitalitas (kunjungan sosial, bangunan bersejarah, kunjungan budaya, dan event
kebudayaan) bersifat heterogen atau bervariasi secara lokal di setiap blok.
Berdasarkan sintesis nilai vitalitas dan faktor pengaruh dominan,
teridentifikasi empat kuadran utama yang diturunkan menjadi sembilan tipologi
kawasan, mulai dari Core Catalyst Zone hingga Peripheral Passive Zone.
Strategi retrofitting dirumuskan ke dalam tiga konsep intervensi utama,
yaitu Re-Connect (perbaikan konektivitas fisik), Re-Use
(rehabilitasi fungsi bangunan dan pelestarian), dan Re-Activation
(manajemen aktivitas dan ruang publik). Penelitian ini menyimpulkan bahwa
intervensi peningkatan vitalitas di Kota Lama Padang tidak dapat dilakukan
secara seragam, melainkan harus berbasis pada diagnosis tipologi spasial untuk
menjamin keberlanjutan fungsi kawasan.
Padang Old Town Area is experiencing
vitality degradation, characterized by unequal activity distribution among
blocks, deterioration of historical buildings, and the dominance of passive
functions. Conventional revitalization approaches often apply uniform
strategies without considering the variations in the local characteristics of
each block. This study aims to formulate an adaptive retrofitting strategy to
improve the area's vitality based on its specific spatial characteristics. The
research employs a mixed-methods approach with a primary focus on quantitative
spatial analysis. Vitality values were measured across 41 observation blocks
using Simple Additive Weighting (SAW) combined with the Entropy Weighted Method
(EWM). These vitality values were then integrated with the distance of each
block using an Eisenhower matrix to delineate spatial distribution pattern
zones. Subsequently, the determinants of vitality were identified using
Geographically Weighted Regression (GWR) as an exploratory model, following
variable selection via Ordinary Least Squares (OLS). This factor identification
was conducted to determine the most appropriate retrofitting strategy for each
established zone.
The results indicate a significant
polarization of vitality within the Padang Old Town Area. The GWR analysis
demonstrates that the influence of vitality-forming factors (social visits,
historical buildings, cultural visits, and cultural events) is heterogeneous,
varying locally across different blocks. Based on the synthesis of vitality
values and dominant influencing factors, four main quadrants were identified,
which were further classified into nine spatial typologies, ranging from the
Core Catalyst Zone to the Peripheral Passive Zone. The retrofitting strategies
were formulated into three primary intervention concepts: Re-Connect
(improvement of physical connectivity), Re-Use (rehabilitation of building
functions and preservation), and Re-Activation (management of activities and
public spaces). This study concludes that interventions to enhance vitality in
the Padang Old Town cannot be uniformly applied; instead, they must be tailored
based on spatial typology diagnoses to ensure the long-term sustainability of
the area's functions.
Kata Kunci : Kota Lama Padang, Vitalitas Kawasan, Retrofitting, Geographically Weighted Regression, Tipologi Kawasan