Laporkan Masalah

Daya Saing Usaha Tani Kopi Robusta di Kabupaten Temanggung

Muhammad Alfian Nur Fauzy, Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, S.U., Prof. Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec.

2026 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis Indonesia yang berperan penting dalam perekonomian nasional, baik sebagai sumber devisa maupun sebagai sumber pendapatan bagi petani. Kabupaten Temanggung di Provinsi Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu sentra produksi kopi robusta di Indonesia. Namun demikian, usaha tani kopi rakyat masih menghadapi berbagai tantangan seperti fluktuasi harga, kenaikan biaya input produksi, serta keterbatasan teknologi budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing usaha tani kopi robusta di Kabupaten Temanggung, mengevaluasi dampak kebijakan pemerintah, serta menganalisis sensitivitas daya saing terhadap perubahan harga input dan output. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis Policy Analysis Matrix (PAM) dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani kopi robusta di Kabupaten Temanggung memiliki daya saing yang sangat kuat. Nilai Private Profitability (PP) sebesar Rp85.342.591 per hektar dan Social Profitability (SP) sebesar Rp52.917.845 per hektar menunjukkan bahwa usaha tani kopi robusta menguntungkan baik secara finansial maupun ekonomi. Nilai Private Cost Ratio (PCR) sebesar 0,13 menunjukkan adanya keunggulan kompetitif, sedangkan Domestic Resource Cost Ratio (DRCR) sebesar 0,19 menunjukkan adanya keunggulan komparatif yang kuat. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa penurunan harga green bean hingga Rp30.000/kg dapat meningkatkan nilai PCR menjadi 0,31, yang menunjukkan penurunan efisiensi namun usaha tani kopi robusta masih tetap berdaya saing. Dengan demikian, usaha tani kopi robusta di Kabupaten Temanggung tergolong efisien dan layak dikembangkan sebagai komoditas strategis daerah.

Coffee is one of Indonesia’s strategic plantation commodities that contributes significantly to national export earnings and rural livelihoods. Temanggung Regency in Central Java is known as one of the main robusta coffee production centers in Indonesia. However, smallholder coffee farming still faces several challenges such as price volatility, input cost fluctuations, and limited access to production technology. This study aims to analyze the competitiveness of robusta coffee farming in Temanggung Regency, evaluate the impact of government policies, and examine the sensitivity of competitiveness to changes in input and output prices. The study used a survey method with primary data collected from coffee farmers. Data were analyzed using the Policy Analysis Matrix (PAM) and sensitivity analysis. The results show that robusta coffee farming in Temanggung has strong competitiveness. Private Profitability (PP) reached Rp85,342,591 per hectare, while Social Profitability (SP) reached Rp52,917,845 per hectare. The Private Cost Ratio (PCR) of 0.13 indicates a strong competitive advantage, while the Domestic Resource Cost Ratio (DRCR) of 0.19 indicates a strong comparative advantage. These values imply that the use of domestic resources in robusta coffee farming is highly efficient. Sensitivity analysis shows that a decrease in green bean prices to Rp30,000/kg could increase PCR to 0.31, indicating reduced but still positive competitiveness. Overall, robusta coffee farming in Temanggung Regency is economically viable and highly competitive, although it remains sensitive to fluctuations in output prices. 

Kata Kunci : daya saing, kopi robusta, PAM, kebijakan pemerintah, usaha tani

  1. S2-2026-544074-abstract.pdf  
  2. S2-2026-544074-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-544074-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-544074-title.pdf