ANALISIS FISIOMORFOLOGI DAN PROFIL METABOLIT BERBASIS LC-HRMS UNTARGETED PADA GALUR F7 HASIL PERSILANGAN PADI HITAM LOKAL DENGAN PADI PUTIH
Ainu Lifah Windia Sari, Prof. Dr. Kumala Dewi, M.Sc. St.; Dr. Ir. Kristamtini, M.Si.
2026 | Skripsi | BIOLOGI
Padi hitam lokal merupakan padi dengan
kandungan antosianin tinggi, namun memiliki kelemahan berupa habitus yang tinggi,
umur panen yang lama, dan produktivitas yang lebih rendah dibandingkan padi pada
umumnya. Upaya untuk menghasilkan padi hitam yang unggul dilakukan dengan menyilangkan
padi hitam dengan varietas padi putih unggul sehingga diperoleh galur dengan
tinggi semidwarf dan kandungan antosianin tinggi. Penelitian ini bertujuan
untuk menyeleksi dan mengevaluasi karakter fisiomorfologis serta profil metabolit
galur hasil persilangan antara Cempo Ireng dengan Situbagendit (CG) dan Padi
Hitam Lokal Magelang dengan Situbagendit
(SG) keturunan ketujuh (F7). Penelitian ini dilakukan di lahan sawah
menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Parameter
fisiomofologi yang diamati meliputi tinggi tanaman, panjang daun bendera,
panjang malai, jumlah anakan, jumlah gabah per malai, bobot 100 butir, warna beras,
warna daun, antosianin total, dan karotenoid total. Data hasil pengamatan
fisiomorfologi dianalisis menggunakan Analisis Ragam (Analisis of Variance)
dengan tingkat signifikansi 5?n dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT), sedangkan profil metabolit, beras diekstraksi dan
dianalisis menggunakan LC-HRMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur SG270
unggul pada tinggi tanaman yang pendek (semidwarf), jumlah anakan
produktif, serta memiliki kandungan antosianin total tertinggi (437,03 mg/100 g)
dibandingkan dengan galur lainnya. Sementara itu, dari analisis dengan LC-HRMS pada
3 tetua dan 7 galur terdeteksi 153
senyawa yang didominasi oleh kelompok lipid dan turunannya.
Local black rice is rich in anthocyanins, but has
the drawbacks of tall plants, a long growing season, and lower productivity
compared to conventional rice. Efforts to develop high-yielding black rice have
been made by crossing black rice with high-yielding white rice varieties to
produce lines with a semidwarf stature and high anthocyanin content.
This study aims to select and evaluate the physiomorphological characteristics
and metabolite profiles of the F7 generation resulting from crosses between
Cempo Ireng and Situbagendit (CG) and between Magelang Local Black Rice and
Situbagendit (SG). The study was conducted in paddy fields using a Completely
Randomized Block Design (CRBD) with three replications. The observed
physiomorphological parameters included plant height, flag leaf length, panicle
length, number of tillers, number of grains per panicle, 100-grain weight,
grain color, leaf color, total anthocyanins, and total carotenoids. The data
from the physiomorphological observations were analyzed using Analysis of
Variance (ANOVA) at a 5% significance level, followed by Duncan’s
Multiple Range Test (DMRT), while the rice metabolite profiles were
extracted and analyzed using LC-HRMS. The results showed that the SG270
line was superior in terms of short plant height (semidwarf), number of
productive tillers, and had the highest total anthocyanin content (437.03
mg/100 g) compared to other lines. Meanwhile, LC-HRMS analysis of 3 parent
lines and 7 rice lines detected 153 compounds, predominantly from the lipid group and
lipid-like molecules.
Kata Kunci : Fisiomorfologi, LC-HRMS, padi hitam, senyawa metabolit