Analisis kinerja bangunan Sabo Dam dalam mengendalikan sedimen :: Studi kasus Check Dam PU-D2 dan PU-D1 di Kali Putih Kabupaten Magelang
SUKARNA, Eka, Prof.Ir. Nur Yuwono, Dip.HE.,Ph.D
2005 | Tesis | S2 Teknik SipilKali Putih merupakan salah satu sungai yang mempunyai hulu di lereng Barat Gunung Merapi terletak di Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah, dengan panjang sungai ± 23 Km dengan elevasi ± 1.356 m dpl. Untuk mengamankan kota Megelang dan sekitarnya dari bahaya banjir maka diterapkan teknologi Sabo, yaitu dengan membuat Sabo dam di sepanjang Kali Putih yang mempunyai luas DAS 25,88 Km2. Sampai saat ini telah dibangun bangunan Sabo dam sebanyak 14 buah dengan paling hulu adalah dam Putih nomor 5 (PU-D5) yang kemudian diikuti dengan bangunan-bangunan Sabo dam lainnya. Penelitian yang bersifat studi kasus ini bertujuan untuk memprediksi volume angkutan sedimen yang terjadi dalam satu kali banjir dan menganalisa volume sedimen yang terkontrol serta melepaskannya ke hilir saat debit air kecil (mereduksi debit puncak). Studi ini juga membandingkan volume sedimen tersebut dengan produksi penambangan pasir di Kali Putih dengan curah hujan harian maksimum beberapa kala ulang serta mengestimasi volume sedimen yang terangkut dalam setahun dengan menggunakan metode Sabo Engineering yang dibandingkan dengan metode Meyer-Peter & Muller (MPM). Berdasarkan hasil analisis, di Check dam PU-D1 dan PU-D2 mampu mengendalikan sedimen masing-masing sebesar 23,57% dan 95% dengan waktu yang diperlukan untuk membuka kembali ruang bagi aliran debris berikutnya adalah 21 hari. Hasil analisis volume sedimen yang terjadi dalam satu kali banjir dengan curah hujan harian maksimum kala ulang 2,5,10,20,50 dan 100 tahun yang bila dibandingkan dengan produksi penambangan pasir di Kali Putih, maka akan habis ditambang dalam waktu 9–29 hari. Hasil analisis juga menghasilkan volume sedimen yang terangkut dalam setahun dengan menggunakan persamaan Sabo Engineering dan metode MPM tidak sama.
Putih river is one which spring in Mount Merapi, the river flows to the west through in Magelang regency Central Java Province and the length ± 23 Km which elevation ± 1.356 m sea mean level. We use Sabo technology by making Sabo dam along Putih the river to save Magelang town from the flood to have the catchment area 25,88 Km2. Up to now we have built fourteen Sabo dams with the highest position is dam Putih number 5 (PU-D5) and so on Sabo dams. This research study case is conducted to predict the volume level of sediment transport in the flood one and analysis to control sediment, and to vomit it when the water debit is low to downstream (low peak of discharge). So this study the volume of sediment transport by comparing with sand mining production in Kali Putih with the ma ximum daily rain for return periods, and the maximum volume sediment transport analysis per year using Sabo Engineering method by comparing Meyer-Peter & Muller (MPM) method. Based on analysis result in check dam PU-D1 and PU-D2 could control 23,57% and 95% of sediment with to open return to use so on debris flow 21 days. On analysis result the volume level of sediment transport in the flood one with the maximum daily rain for return period 2,5,10,20,50 and 100 year to compare sand mining in Kali Putih, so the sand mining could loose in 9 until 29 days. Also analysis result the volume level of sediment transport per year using Sabo Engineering and MPM method different.
Kata Kunci : Sabo Dam,Sedimen,Mount Merapi, Debris flow, Sabo dam