BAHASA TANA SEBAGAI IDENTITAS MASYARAKAT BANDA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK DI KEPULAUAN BANDA
Romi Lamusa, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A
2026 | Tesis | S2 LinguistikBahasa Tana merupakan bahasa yang digunakan pada saat upacara adat di Kepulauan Banda. Akan tetapi, bahasa tersebut sudah dalam kondisi terancam punah karena keterbatasan penggunaan dan penutur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mendokumentasikan, serta mengidentifikasi identitas melalui bahasa Tana. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara bersama 16 narasumber yang terdiri dari 2 narasumber dari setiap 8 negeri adat. Teori sosiolinguistik untuk mengkaji identitas melalui bahasa dan penggunaan bahasa Tana di Kepulauan Banda. Hasil penelitian menujukan bahwa bahasa Tana sudah tidak digunakan dalam berkomunikasi sehari-hari. Tetapi bahasa tersebut hanya digunakan dalam konteks upacara adat. Meskipun demikian, secara linguistik bahasa Tana memiliki ciri bunyi yang khas pada tataran fonologi, pembentukan kata yang beragam dari tataran morfologi, pola kalimat yang unik dari aspek sintaksis dan memiliki makna budaya yang mendalam dari sisi semantik. Secara situasional, bahasa Tana di Kepulauan Banda sebagai ragam resmi karena digunakan dalam konteks adat dan kegiatan formal. Namun, dari sisi struktural dan kebahasaan, bahasa ini tidak sepenuhnya tergolong bahasa resmi, melainkan lebih dekat dengan ragam sastra yang imajinatif dengan 7 ciri-ciri bahasa. Bahasa tersebut memiliki khas budaya sebagai identitas setiap negeri. Oleh karena itu, upaya pelestarian dan dokumentasi bahasa Tana menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung.
Tana is the language used during traditional ceremonies in the Banda Islands. However, this language is in danger of extinction due to limited use and speakers. This research aims to describe and document, as well as identify identity through the Tana language. This type of research is descriptive qualitative with interview techniques with 16 sources consisting of 2 sources from 8 traditional countries. Sociolinguistic theory to study identity through language and the use of the Tana language in the Banda Islands. The research results show that the Tana language is no longer used in everyday communication. But this language is only used in the context of traditional ceremonies. However, linguistically the Tana language has distinctive sound characteristics at the phonological level, diverse word formation at the morphological level, unique sentence patterns from the syntactic aspect and has deep cultural meaning from the semantic side. Situationally, the Tana language in the Banda Islands is an official variety because it is used in the context of customs and formal activities. However, from a structural and linguistic perspective, this language is not completely classified as an official language, but is closer to an imaginative literary variety with 7 language characteristics. This language has a unique culture as the identity of each country. Therefore, efforts to preserve and document the Tana language are important to maintain the sustainability of cultural heritage amidst ongoing social changes.
Kata Kunci : bahasa tana, sosiolinguistik, identitas, kepulauan Banda