OPTIMASI DISPATCH DAYA AKTIF PEMBANGKIT DENGAN MEMPERTIMBANGKAN RUGI-RUGI JARINGAN MENGGUNAKAN METODE PARTICLE SWARM OPTIMIZATION
AZHAR ADE PRASETYA, Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU.; Dr. Yusuf Susilo Wijoyo, S.T., M.Eng
2026 | Tesis | S2 Teknik Elektro
Penentuan pola operasi pembangkit
yang optimal merupakan aspek penting dalam meningkatkan efisiensi operasi
sistem tenaga listrik. Distribusi pembebanan pembangkit yang tidak optimal
dapat menyebabkan meningkatnya biaya pembangkitan serta rugi-rugi daya pada
jaringan transmisi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola operasi
pembangkit yang optimal dengan mempertimbangkan minimisasi biaya pembangkitan,
minimisasi rugi-rugi jaringan, serta kombinasi keduanya pada sistem kelistrikan
Gorontalo. Metode optimasi yang digunakan adalah Particle Swarm Optimization
(PSO) yang diterapkan untuk menyelesaikan optimasi dispatch daya aktif
pembangkit dengan mempertimbangkan rugi-rugi jaringan. Simulasi dilakukan pada
dua kondisi pembebanan, yaitu Luar Waktu Beban Puncak (LWBP) dan Waktu Beban
Puncak (WBP), serta divalidasi menggunakan perangkat lunak PLEXOS yang
menggunakan pendekatan optimasi deterministik berbasis mathematical
programming. Hasil simulasi menunjukkan bahwa optimasi rugi-rugi jaringan
mampu menurunkan rugi daya sebesar sekitar 30% pada kondisi LWBP dan 38% pada
kondisi WBP, namun menyebabkan peningkatan biaya pembangkitan masing-masing
sekitar 36 juta Rp/jam dan 38 juta Rp/jam. Sementara itu, optimasi fungsi
objektif gabungan menghasilkan pola operasi pembangkit yang identik dengan
optimasi biaya pembangkitan minimum. Hasil ini menunjukkan bahwa pada sistem
kelistrikan Gorontalo, biaya pembangkitan merupakan faktor dominan dalam
menentukan titik operasi optimal dibandingkan dengan kontribusi rugi-rugi
jaringan.
Defining the optimal generation
dispatch is an important aspect in improving the operational efficiency of an
electrical power system. Non-optimal generator loading distribution may
increase generation cost and network power losses in the transmission system.
This study aims to determine the optimal generation dispatch by considering
generation cost minimization, network loss minimization, and a combination of
both objectives in the Gorontalo power system. The optimization method used in
this study is Particle Swarm Optimization (PSO), which is applied to solve the
active power dispatch optimization problem considering network losses. The
simulation is carried out under two loading conditions, namely the Off-Peak
Load Period (LWBP) and the Peak Load Period (WBP), and validated using PLEXOS
software, which applies a deterministic optimization approach based on
mathematical programming. The simulation results show that network loss
minimization is capable of reducing power losses by approximately 30% under LWBP
and 38% under WBP conditions but increases generation costs by approximately 36
million Rp/hour and 38 million Rp / hour, respectively. Meanwhile, the combined
objective function optimization produces a generation dispatch pattern
identical to that obtained from generation cost minimization. These results
indicate that in the Gorontalo power system, the generation cost is the
dominant factor in determining the optimal operating point compared to the
contribution of network losses.
Kata Kunci : Optimasi dispatch daya aktif, particle swarm optimization, biaya pembangkitan, rugi-rugi jaringan, sistem kelistrikan Gorontalo.