The Benign Envy Mediator Between LinkedIn Intensity and Self-Esteem Among Indonesian University Students
Laras Utami Tunggadewi, Indrayanti, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog
2026 | Skripsi | PSIKOLOGI
Penelitian ini mengkaji dampak psikologis dari penggunaan LinkedIn pada mahasiswa di Indonesia, khususnya hubungan antara intensitas penggunaan platform dan harga diri. Meskipun social networking sites (SNS) tradisional sering kali dikaitkan dengan evaluasi diri negatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana platform yang berorientasi pada pencapaian dapat memicu respons adaptif melalui benign envy (rasa iri yang membangun). Hipotesis penelitian menyatakan bahwa intensitas LinkedIn secara positif memprediksi benign envy, yang selanjutnya memediasi hubungan tersebut dengan harga diri.
Survei kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan terhadap 192 mahasiswa aktif di Indonesia melalui purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi Facebook Intensity Scale (FBI) yang telah diadaptasi, subskala benign dari Benign and Malicious Envy Scale (BeMaS), dan State Self-Esteem Scale (SSES). Hasil analisis mediasi mendukung kedua hipotesis dan mengungkapkan adanya model mediasi parsial signifikan. Intensitas LinkedIn secara kuat memprediksi harga diri (B = 0.463, p < 0>benign envy berfungsi sebagai jembatan psikologis yang signifikan, (B = 0.282, p < 0>
Temuan ini menyoroti pentingnya membedakan professional networking services (PNS) dari media sosial berbasis gaya hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi mahasiswa, keterlibatan profesional intensif berfungsi sebagai perilaku protektif yang meningkatkan kesiapan karier dan ketahanan emosional.
This study investigates the psychological impact of LinkedIn engagement on Indonesian university students, specifically examining the relationship between platform intensity and state-self esteem. While traditional social networking sites (SNS) are often associated with negative self-evaluations, this study explores how achievement-oriented platforms may elicit adaptive responses through benign envy. It was hypothesised that LinkedIn intensity positively predicts benign envy, which subsequently mediates the relationship with state self-esteem.
A quantitative cross-sectional survey was conducted with 192 active undergraduate students across Indonesia, recruited through purposive sampling. The survey included the adapted Facebook intensity Scale (FBI), the benign subscale of the Benign and Malicious Envy Scale (BeMaS), and the State Self-Esteem Scale (SSES). Results from the mediation analysis supported both hypotheses, revealing a significant partial mediation model. LinkedIn intensity strongly predicted state self-esteem (B = 0.463, p < 0 xss=removed>
These findings highlight the importance of distinguishing professional networking services (PNS) from lifestyle-based social media. The results suggest that for students, intensive professional engagement functions as a protective behavior that enhances career readiness and emotional resilience.
Kata Kunci : Benign Envy, LinkedIn, Social Comparison, State Self-Esteem, Young Adults