“Kembalinya Titipan kepada Sang Pemilik”: Studi Fenomenologi mengenai Dinamika Psikospiritual dalam Duka Orang Tua atas Kematian Anak yang Mendadak
Ailsa Kalyla, Edilburga Wulan Saptandari, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Psikolog
2026 | Skripsi | PSIKOLOGI
Duka yang timbul dari kehilangan anak merupakan salah satu duka yang paling mendalam, traumatis, menyakitkan, intens, dan dahsyat, apapun penyebab kematiannya. Kehidupan orang tua dalam berbagai aspek akan sangat terpengaruh, terutama jika mereka tidak bisa mengatasi duka tersebut dengan baik. Penelitian dengan pendekatan kualitatif fenomenologi ini menggunakan photo elicitation interview (PEI) dalam pengambilan data, bertujuan untuk menganalisis dinamika psikospiritual dan nilai-nilai religiusitas orang tua yang pernah kehilangan anaknya akibat kematian mendadak, termasuk strategi mereka dalam mengatasi duka. Ditemukan bahwa orang tua menerima kematian mendadak anak sebagai takdir Tuhan melalui kecenderungan fatalisme adaptif, meskipun hal tersebut meninggalkan kesedihan yang mendalam. Pengalaman kehilangan tersebut dipenuhi oleh emosi yang berkecamuk dan membawa perubahan-perubahan dalam kehidupan mereka. Kepercayaan agama, dukungan dari keluarga dan lingkungan melalui budaya gotong royong, serta proses osilasi sebagai mekanisme koping memainkan peran yang sangat penting dalam perjalanan menghadapi duka kehilangan bagi orang tua. Penelitian ini memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai bagaimana nilai religiusitas dan dukungan sosial kolektif yang memengaruhi kehidupan orang tua mampu membentuk pemulihan psikospiritual mereka secara adaptif.
The grief resulting from the loss of a child is one of the most profound, traumatic, painful, intense, and overwhelming forms of grief, regardless of the cause of death. Various aspects of the parents' lives will be significantly affected, especially if they are unable to cope with the grief effectively. This study, employing a phenomenological qualitative approach and utilizing photo elicitation interviews (PEI) for data collection, aims to analyze the psychospiritual dynamics and religious values of parents who have lost a child to sudden death, including their coping strategies. It was found that parents accept the sudden death of a child as God's will through a tendency toward adaptive fatalism, although this leaves them with deep sorrow. The experience of loss is filled with conflicting emotions and brings about changes in their lives. Religious faith, support from family and the community through gotong royong as a culture, and the process of oscillation as a coping mechanism play a crucial role in the parents' journey of coping with the grief of loss. This study provides further insight into how religious values and collective social support influence parents' lives and shape their adaptive psychospiritual recovery.
Kata Kunci : duka, orang tua, anak, kematian, mendadak