Desain Sistem Pengangkat Utama Pada Rough Terrain Crane Dengan Kapasitas Angkat 50 Ton
Yohanes Ari Agus Nugroho, Prof. Dr. Ir. Heru Santosa B.R., M. Eng.
2007 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINRough terrain crane termastrk dalam hydraulic mobile crane. Hal ini dikarenakan crane sebagai sistem pengangkat yang bekerja secara hidrolik diletakkan di atas sebuah mobil. Alat ini merupakan jenis dari pesawat pengangkat dan pengangkut yang biasanya digunakan untuk mengangkat muatan satuan karena menggunakan kait. Desain rough lerrain crane memungkinkan untuk melakukan berbagai gerakan seperti gerak angkat (hoisting), gerak putar (sulng), elevasi (elevating), gerak teleskopis (telescoping), dan gerak jalan (travelling). Secara garis besat rough terrain crqne dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian struktur bagian atas (upper part) untuk sistem pengangkat dan struktur bagian bawah (/ower part) vnttrktrovelling. Keduabagian ini dipisahkan oleh swing lable. Rough terrain crane memlliki dua sistem pengangkat yaitu pengangkat utama (nain winch) dan pengangkat tambahan (auxiliary winch). Rough terrain crane pada perancangan ini memiliki kapasitas angkat 50 ton (termasuk berat main hook block) dan panjang maksimal boom 35 meter. Untuk menambah kestabilannya digunakan outrigger yang merupakan empat kaki penumpu rough terrain crane dengan perpanjangan maksimal 7,2 meter. Untuk mengangkat muatan ke tempat lebih tinggi dapat ditambah dengan penggunaan jib (awiliary winch). Pengngkatan muatan harus selalu berdasarkan total rated load karena pengangkatan tergantung pada kapasitas angkat dan radius kerja. Semakin besar panjang boom maka kapasitas angkat semakin kecil, sebaliknya jika semakin besar kapasitas angkat maka radius kerja semakin kecil. Daya yang digunakan untuk mekanisme kerja dari rough terrain crane seluruhnya berasal dari engine. Daya tersebut didistribusikan ke setiap bagian mekanisme kerja menggunakan minyak hidrolik yang dipompa dari tangki minyak hidrolik. Mekanisme kerja yang menggunakan sistem hidrolik dalam perancangan ini meliputi mekanisme teleskopis, elevasi, lwlng, winch, dan outrigger.
Rough terrain cranes are classified as hydraulic mobile cranes. This is because the crane, a hydraulically operated lifting system, is mounted on a mobile vehicle. This equipment is a type of lifting and transport equipment typically used to lift individual loads using a hook. The rough terrain crane's design allows for various movements, such as hoisting, swiveling, elevating, telescoping, and traveling. Rough terrain cranes can be broadly divided into two parts: the upper structure for the lifting system and the lower structure for traveling. These two parts are separated by a swing bar. Rough terrain cranes have two lifting systems: the main winch and the auxiliary winch. The rough terrain crane in this design has a lifting capacity of 50 tons (including the weight of the main hook block) and a maximum boom length of 35 meters. To increase stability, outriggers are used, which are four supporting legs of a rough-terrain crane with a maximum extension of 7.2 meters. To lift loads to higher heights, a jib (overhead winch) can be added. Load lifting must always be based on the total rated load, as lifting depends on the lifting capacity and working radius. The longer the boom, the smaller the lifting capacity; conversely, the larger the lifting capacity, the smaller the working radius. The power used for the rough-terrain crane's operating mechanism comes entirely from the engine. This power is distributed to each part of the working mechanism using hydraulic oil pumped from the hydraulic oil tank. The working mechanisms using a hydraulic system in this design include the telescopic, elevation, lowering, winch, and outrigger mechanisms.
Kata Kunci : Rough Terrain Crane