Kajian status gizi pada anak balita penderita tuberkulosa yang rawat jalan di RSUP Dr. Sardjito
Basuki Rokhmad, dr. Zaenal Arifin, SU ; dr. Utomo
1987 | Skripsi | S1 KEDOKTERANTuberkulosa merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosa, penyakit ini mudah sekali menular melalui udara pernafasan sehingga dalam bentuk primer sering di jumpai pada paru-paru. Seperti halnya pada penyakit infeksi yang lain, timbulnya penyakit TBC juga dipengaruhi oleh ketahanan tubuh seseorang, salah satu faktor yang menentukan ketahanan tubuh seseorang adalah keadaan status gizinya terutama sekali pada anak balita. Pada anak balita yang status gizinya jelek besar kemungkinan akan mudah terkena infeksi TBC apalagl jika ada kontak dengan penderita TBC, untuk itu sangatlah penting melakukan pemantauan status gizi pada anak balita. Untuk menentukan keadaan status gizi anak balita yang paling sering digunakan adalah dengan mengukur Berat Badan yang dikombinasikan dengan umur (BB/U) kemudian dibandingkan dengan standard Harvard, Yakni BB berdasarkan umur. Pada penelitian ini didapatkan bahwa selama bulan Februari dan Maret 1987 di Unit Penyakit Anak RSUP Dr. Sardjito terdapat 198 anak balita penderita TBC primer, dari 198 anak tersebut yang bergizi baik sebanyak 126 anak (63,64%); yang tergolong KKP I sebanyak 55 anak (27,78%); yang tergolong KKP II sebanyak 14 anak (7,07%) dan yang tergolong KKP III sebanyak 3 anak (1,52%). Jika ditinjau dari kelompok umurnya dari 198 anak tersebut, 8 anak (4,04%) terdapat pada kelompok umur 0-11 bulan; 43 anak (21,71%) terdapat pada kelompok umur 12 - 23 bulan; 68 anak (34,34%) terdapat pada kelompok umur 24-35 bulan; 40 anak (20,20%) terdapat pada kelompok umur 36-48 bulan dan 39 anak terdapat pada kelompok umur 48-59 bulan. Bila dibandingkan status gizi anak antara kelompokkelompok umur tertentu termyata pada anak umur 24 - 35 bulan didapatkan frekuensi penderita TBC primer yang lebih banyak dibandingkan dengan kelompok-kelompok umur yang lain., Tetapi dari hasil uji statistik dengan Chi kuadrat didapatkan bahwa frekuensi status gizi penderita TBC primer pada berbagai kelompok umur tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna (P > 0,05).
Kata Kunci : status gizi, penderita tuberkulosa