Menolak Kepengaturan: Etnografi Media Sosial Mengenai Diskursus Shoushika Taisaku (Penanggulangan Penurunan Angka Kelahiran) di Jepang
Muhammad Umar, Dr. Muhammad Zamzam Fauzanafi, S.Ant., M.A.
2026 | Tesis | S2 Antropologi
Untuk menghadapi penurunan angka kelahiran yang semakin memburuk, Jepang membentuk Children and Families Agency (CFA) dan efektif beroperasi sejak 2023. Lembaga ini menjalankan fungsi untuk menanggulangi penurunan angka kelahiran dengan berbagai program, kebijakan, regulasi, dan lain-lain, yang terlihat memberikan manfaat dan kebaikan untuk masyarakat Jepang. Tetapi di sisi lain, penolakan cukup banyak muncul dari pengguna media sosial X di Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana dan mengapa pengguna X menolak CFA dan program-programnya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode sosial media etnografi pada sosial media X untuk dapat memahami mengapa dan bagaimana penolakan ini dilakukan. Data yang didapat dari metode tersebut diolah dengan konsep governmentality dan diskursus dalam perspektif Foucauldian serta konsep refusal of citizenship.
Temuan menunjukkan bahwa penolakan yang dilakukan masyarakat Jepang melalui media X dilakukan dengan menyirkulasikan diskursus pajak dan pemborosan. Kedua diskursus ini disalurkan untuk menolak dan membangun sebuah pengetahuan, yaitu bahwa program, regulasi, dan bahkan eksistensi CFA tidak memberikan manfaat pada masyarakat, tetapi malah membebani dan membuang-buang anggaran yang bersumber dari pajak yang dibayar rakyat.
To overcome the declining birth-rate which is getting worse, Japan established Children and Families Agency (CFA) and effectively operated since 2023. This agency runs its function to overcome the declining birth rate through various programs, policies, regulations, etc, that seems to give advantages and benefits to the people. But on the other side, we can see a quite massive refusal by X users in Japan. This research aimed to understand how and why X users in Japan refused CFA and its programs. This research conducted by using social media ethnography as method to understand how and why the refusals being performed on X. Data and information gathered through social media ethnography was analyzed with the concepts of governmentality and discourse from the perspective of Foucauldian, and also the concept of refusal of citizenship.
This research findings show that refusal by Japanese people via X was done by circulating discourse of tax and discourse of squander. Both of these discourses being circulated to refuse and shape a knowledge that programs, regulations, or even CFA’s existence are not give any benefit to the people, but instead become a burdens and squandering money from tax paid by the people.
Kata Kunci : Penolakan, Children and Families Agency, governmentality, diskursus, penurunan angka kelahiran