ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS JASA EKOSISTEM PENGATURAN IKLIM SEBAGAI DASAR REKOMENDASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI SUB DAS GAJAHWONG
Olga Dwinanda, Utia Suarma, S.Si., M.Sc.
2026 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN
Penurunan kualitas lingkungan di Sub DAS Gajahwong disebabkan oleh adanya dinamika perubahan penggunaan lahan, pertumbuhan penduduk, dan aktivitas antropogenik yang telah menimbulkan tekanan ekosistem, khususnya terhadap fungsi pengaturan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai dan persebaran spasial jasa pengaturan iklim di Sub DAS Gajahwong, serta menyusun rekomendasi pengelolaan lingkungan di Sub DAS Gajahwong. Metode yang digunakan dalam analisis penelitian ini meliputi analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif serta analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG).
Metode yang digunakan untuk menilai jasa ekosistem pengaturan iklim di Sub DAS Gajahwong adalah metode overlay parameter dengan memanfaatkan parameter karakteristik ekoregion berupa bentuk lahan dan penutup lahan. Pengolahan data menggunakan teknik overlay dengan menggabungkan kedua parameter tersebut untuk analisis spasial, serta menggunakan skoring berbasis expert judgement terhadap parameter penutup lahan dan bentuk lahan. Rekomendasi pengelolaan lingkungan disusun berdasarkan wawancara komunitas lingkungan dan dianalisis dengan metode SWOT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jasa ekosistem pengaturan iklim Sub DAS Gajahwong didominasi kategori tinggi dengan persentase sebesar 44%, kategori rendah dengan persentase sebesar 38%, kategori sedang sebesar 9%, dan kategori sangat tinggi dengan persentase paling kecil sebesar 7%. Dominasi tinggi menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah di Sub DAS Gajahwong memiliki karakteristik fisik wilayah memiliki kemampuan dalam mendukung fungsi pengaturan iklim. Rekomendasi pengelolaan lingkungan meliputi konservasi wilayah hulu, pengendalian alih fungsi lahan, serta penguatan peran masyarakat dan kelembagaan dalam pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Environmental degradation in the Gajahwong Sub-watershed is driven by land use change dynamics, population growth, and anthropogenic activities, which have exerted pressure on ecosystem functions, particularly climate regulation services. This study aims to analyze the value and spatial distribution of climate regulation ecosystem services in the Gajahwong Sub-watershed and to formulate environmental management recommendations. The methods employed include qualitative and quantitative descriptive analysis as well as spatial analysis using Geographic Information Systems (GIS).
The method used to assess climate regulation ecosystem services in the Gajahwong Sub-Watershed was a parameter overlay method utilizing ecoregion characteristic parameters in the form of landform and land cover. Data processing was conducted using overlay techniques to integrate both parameters in spatial analysis, along with scoring based on expert judgment. Environmental management recommendations were formulated based on interviews with environmental communities and analyzed using the SWOT method.
The results indicate that climate regulation ecosystem services in the Gajahwong Sub-watershed are dominated by the high category (44%), followed by low category (38%), moderate category (9%), and very high category (7%). The dominance of high categories suggests that most areas still have capacity to support climate regulation functions. The recommended environmental management strategies include upstream conservation, control of land use change, and strengthening the role of communities and institutions in sustainable environmental management.
Kata Kunci : Kata kunci : jasa ekosistem, pengelolaan lingkungan, pengaturan iklim, Sub DAS Gajahwong/ Keywords : ecosystem services, climate Regulation, environmental management, Gajahwong Sub-watershed