Laporkan Masalah

Analisis Hubungan Kualitas Permukiman dengan Kasus Penyakit Tuberkulosis di Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas

Aghitsna Nur Baiti, Ratih Fitria Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D.

2026 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penyakit tuberkulosis adalah salah satu penyakit menular yang menjadi tantangan global di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Kemampuan penularan yang cepat dan mudah dengan perantara udara menjadi faktor utama penyebab meluasnya penyebaran penyakit ini. Faktor lingkungan terutama kualitas permukiman menjadi hal yang penting untuk dikaji lebih dalam untuk mengetahui keterkaitannya dengan pertumbuhan kasus penyakit tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi kondisi kualitas permukiman, (2) Menganalisis pola penyebaran kasus penyakit tuberkulosis, serta (3) Menganalisis hubungan kualitas permukiman dengan kasus penyakit tuberkulosis.

Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.  Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan membandingkan kelompok kasus (penderita) dengan kelompok kontrol (non-penderita). Jumlah responden yang dibutuhkan meliputi 49 penderita penyakit tuberkulosis dan 49 non-penderita penyakit tuberkulosis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara terstruktur dengan panduan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif, spasial, dan statistik inferensial. Pada analisis ini digunakan metode Nearest Neighbour Analysis yang dilakukan untuk mengetahui dan mengidentifikasi pola penyebaran kasus penyakit tuberkulosis, serta uji Rank Spearman untuk menguji hubungan kualitas permukiman dengan kasus penyakit tuberkulosis di wilayah penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas permukiman di Kecamatan Purwokerto Selatan didominasi oleh kelas sedang dan tinggi. Selain itu, diketahui pula pola penyebaran cenderung mengelompok pada wilayah tertentu. Berdasarkan analisis lanjutan dengan diketahui terdapat hubungan antara kelas kualitas permukiman dengan kasus tuberkulosis di Kecamatan Purwokerto Selatan yang menunjukkan bahwa semakin tinggi kualitas permukiman cenderung banyak ditemukan non-penderita, sebaliknya penderita tuberkulosis banyak ditemukan pada kualitas permukiman yang lebih rendah.

Tuberculosis is an infectious disease that poses a global challenge in many countries, including Indonesia. Its rapid and easy transmission through the air is a major factor contributing to the widespread spread of this disease. Environmental factors, particularly housing quality, are important to examine in greater depth to understand their relationship with the rise in tuberculosis cases. This study aims to: (1) Identify housing quality conditions, (2) Analyze the patterns of tuberculosis case distribution, and (3) Examine the relationship between housing quality and tuberculosis cases.

The research methodology employs a quantitative approach.  Sampling was conducted using purposive sampling by comparing the case group (patients) with the control group (non-patients). The required sample size included 49 tuberculosis patients and 49 non-patients. Data collection was carried out through field observations and structured interviews using a questionnaire and observation sheets. Data analysis was performed using descriptive, spatial, and inferential statistics. In this analysis, the Nearest Neighbor Analysis method was used to determine and identify patterns of tuberculosis case distribution, as well as the Spearman’s rank correlation test to examine the relationship between housing quality and tuberculosis cases in the study area.

The results of the study indicate that housing quality in South Purwokerto District is predominantly in the medium and high categories. Additionally, the distribution pattern tends to cluster in specific areas. Based on further analysis, a relationship was found between housing quality class and tuberculosis cases in South Purwokerto District, indicating that higher-quality housing tends to have more non-patients, whereas tuberculosis patients are more commonly found in lower-quality housing.


Kata Kunci : Distribusi Spasial, Kualitas Permukiman, Tuberkulosis/Housing Quality, Spatial Distribution, Tuberculosis

  1. S1-2026-503236-abstract.pdf  
  2. S1-2026-503236-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-503236-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-503236-title.pdf