Laporkan Masalah

Analisis Biaya Penggunaan Aspirasi Vakum Manual (AVM) dibandingkan Kuretase Tajam pada Pasien dengan Asuhan Pasca Keguguran

Zyeni Kartika, Shinta Prawitasari, Detty Siti Nurdiati, Ardhanu Kusumanto, Agung Dewanto, Diannisa Ikarumi Enisar Sangun

2026 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan

Latar Belakang: Keguguran merupakan keluarnya hasil konsepsi sebelum kehamilan mencapai usia 20 minggu dan menjadi komplikasi kehamilan yang paling umum terjadi. Penatalaksanaan keguguran dapat dilakukan secara medikamentosa atau tindakan bedah, salah satunya melalui aspirasi vakum manual (AVM) dan kuretase tajam. Meski AVM telah direkomendasikan oleh WHO dan FIGO karena lebih aman dan efisien, kuretase tajam masih sering digunakan di Indonesia. Dari perspektif ekonomi, AVM menunjukkan potensi penghematan biaya perawatan rumah sakit dibandingkan kuretase tajam. Sejumlah studi internasional menunjukkan AVM lebih hemat biaya dan memperpendek masa rawat inap, namun data di Indonesia yang membandingkan keduanya masih terbatas. 

Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional retrospektif dengan desain case-control. Data diambil dari Instalasi Catatan Medik di RSUD Bantul, RSA UGM, dan RSUP Dr. Sardjito pada periode Januari 2021 hingga Desember 2023. Total 243 pasien yang memenuhi kriteria dianalisis, terdiri dari 144 pasien dengan tindakan AVM dan 99 dengan kuretase tajam.  Komponen yang dianalisis meliputi biaya medis, komplikasi, dan lama rawat inap. 

Hasil: Kelompok AVM menunjukkan biaya perawatan yang secara signifikan lebih rendah (p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed>

Introduction: Miscarriage is the expulsion of the conception’s products before 20 weeks of gestation and is one of the most common complications of pregnancy. Management options include medical therapy or surgical interventions such as manual vacuum aspiration (MVA) and sharp curettage. Although MVA has been recommended by WHO and FIGO for its safety and efficiency, sharp curettage is still widely used in Indonesia. From an economic perspective, manual vacuum aspiration (MVA) demonstrates the potential to reduce hospital care costs compared with sharp curettage. Several international studies indicate that MVA is more cost-effective and shortens the length of hospital stay; however, data from Indonesia comparing the two methods remain limited. 

Methods: This was a retrospective observational analytic study with a case-control design. Data were collected from the Medical Record Departments of RSUD Bantul, RSA UGM, and Dr. Sardjito General Hospital between January 2021 and December 2023. The variables analyzed included medical costs, complications, and length of stay. 

Results: A total of 243 patients, comprising 144 who underwent MVA and 99 sharp curettages. The MVA group demonstrated significantly lower treatment costs (p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed>

Kata Kunci : AVM, Aspirasi Vakum Manual, Biaya perawatan, Keguguran, Kuretase tajam

  1. SPESIALIS-2026-485324-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2026-485324-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2026-485324-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2026-485324-title.pdf