Laporkan Masalah

Pengetahuan, sikap dan ketrampilan penjamah makanan yang diberi pelatihan keamanan pangan di Instalasi Gizi RS Jantung Harapan Kita

PRASETYANINGSIH, Ani, Toto Sudargo, SKM.,M.Kes

2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang : Kejadian keracunan di Indonesia menunjukkan gambaran yang semakain memburuk. Penelitian juga menunjukkan terjadinya infeksi nosokomial saluran cerna di beberapa rumah sakit.sebagai akibat tranmisi kuman. Kurangnya pengetahuan, sikap dan ketrampilan penjamah makanan tentang keamanan pangan akan berakibat tingginya resiko kejadian penyakit yang disebabkan oleh pangan. Untuk mencegah dan kejadian tersebut maka dilakukan pelatihan keamanan pangan bagi penjamah makanan di rumah sakit. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan praktek penjamah makanan yang diberi pelatihan keamanan pangan sebagai upaya mencegah penyakit yang disebabkan oleh kontaminasi pangan Metoda penelitian: Jenis penelitian adalah kuasi eksperimen dengan rancangan Pre Test – Post Test Times Series Design. Subyek penelitian adalah penjamah makanan dengan jumlah 40 orang dari total populasi sebanyak 73 orang. Tiap subyek diberikan pelatihan keamanan pangan dan diobservasi sebanyak 3 kali ( sebelum pelatihan, 1 bulan, dan 2 bulan setelah pelatihan). Data dianalisa dengan menggunakan SPSS for Windows versi 10,0 Hasil: Setelah diberi pelatihan keamanan pangan selama 5 hari terjadi peningkatan pengetahuan , sikap dan ketrampilan penjamah makanan secara bermakna dengan p : 0.00 ( p<0,05 ) pada periode sebelum hingga 1 bulan setelah pelatihan dan pada periode sebelum pelatihan hingga 2 bulan , tetapi pada periode 1 bulan hingga 2 bulan terjadi penurunan yang bermakna dengan nilai p:0,00 ( p<0,05). Karakteristik responden yang meliputi umur, pendidikan, dan masa kerja tidak ada hubungan yang bermakna ( p > 0,05 ) terhadap pengetahuan, sikap dan ketrampilan penjamah makanan. Kesimpulan : Ada peningkatan pengetahuan, sikap dan ketrampilan penjamah makanan sebelum dan sesudah 1 bulan pelatihan,tetapi terjadi penurunan setelah 2 bulan pelatihan.

Background : Food poisoning occurrence in Indonesia is increasingly growing. Studies also show that infection of digestion nosocomial in some hospitals happens because of bacteria transmission. Lack of knowledge, attitude and skills of food handlers about food safety will lead to high risk of disease occurrence cause by food. To prevent such on occurrence, training on food safety for food handlers at hospitals is held. Objective :To know knowledge, attitude, and practice of food handlers trained on food safety at nutrition installation of Harapan Kita Heart Cardiovascular Hospital.. Methods : The study was a quasi experiment which used pre test-post test times series design. Subject of the study were 40 food handlers out of 73 total population. Each subject was traines on food safety and observes 3 times ( prior to training, 1 month and 2 months after training ). Data were analyzed using SPSS for windows version 10.0. Results : After training on food safety had been given for 5 days there was significan increase of knowledge, attitude and skill of food handlers with p :0.,00 (p<0,05) at the period before up to 1 month after training and at the period before up to 2 months after training, but at the period of 1 month up to 2 months ther was significant decrease with p: 0,00 (p<0,05). Respondent characteristics consisting of age education and length of work did not have significant relationship (p>0.05 ) with knowledge, attitude and skills of food handlers Conclusion : There was increase of knowledge, attitude and skill of food handlers before and after 1 month of training, but there was decrease after 2 month

Kata Kunci : Gizi Pasien,Keamanan Pangan,Sikap Penjamah Makanan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.