Pengaruh Status Pendidikan terhadap Sikap dan Tindakan dalam Pemberian ASI Eksklusif 4 Bulan: Penelitian terhadap Ibu-ibu yang datang ke Pos Yandu di kelurahan Nagawawangi kecamatan Cihideung kabupaten Tasikmalaya
Fransisca Nurwulan , DR.dr. Dradjat Boediman, DSAK.; dr. Suwono
1997 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERBayi yang diberi ASI eksklusif 4 bulan dapat tumbuh dengan baik karena ASI dapat memenuhi semua kebutuhan bayi terhadap zat-zat gizi untuk pertumbuhan dan kesehatannya sampai usia 4 bulan. Meskipun keunggulan dan manfaat ASI dalam menunjang kelangsungan hidup bayi telah banyak diketahui, dalam kenyataannya belum diikuti pemanfaatan pemberian ASI secara optimal. Cara ibu merawat anak, termasuk dalam hal pemberian makanan, diduga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh status pendidikan ibu terhadap sikap dan tindakan ibu dalam pemberian ASI eksklusif 4 bulan. Penelitian dilakukan terhadap 56 ibu yang memiliki bayi usia 5-12 bulan yang datang ke pos yandu di kelurahan Nagarawangi kecamatan Cihideung kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat pada bulan Oktober 1997. Data yang diperlukan dikumpulkan dengan kuesioner, dalam hal ini responden bersikap pasif. Data yang terkumpul terdiri dari dua bagian, yaitu data mengenai sikap dan mengenai tindakan. Kedua kelompok data tersebut masing-masing dihubungkan dengan data tentang status pendidikan responden. Hubungan tersebut dinyatakan bermakna untuk harga X2 dengan p<0,05. Dari penelitian ini didapatkan hasil : 1. dengan uji statistik Chi-square (p<0,05), hubungan antara status pendidikan terhadap sikap dan tindakan ibu dinyatakan bermakna ; dan 2. ibu yang menyetujui pemberian ASI eksklusif 4 bulan persentasenya 67,9%, sedangkan ibu yang memberikan ASI eksklusif 4 bulan persentasenya 26,7%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ternyata ada pengaruh status pendidikan terhadap sikap dan tindakan ibu dalam pemberian ASI eksklusif 4 bulan, dan juga ternyata tidak semua ibu bersikap setuju dan melakukan pemberian ASI eksklusif 4 bulan kepada bayinya. Hal tersebut kemungkinan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor ibu bekerja, masalah dalam produksi ASI dan faktor pengetahuan ibu mengenai pemberian ASI eksklusif 4 bulan. Saran yang diajukan penulis ialah perlunya dilakukan penyuluhan mengenai pemberian makanan bayi secara benar khususnya kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi usia 0-4 bulan
Kata Kunci : ASI eksklusif, zat gizi, pertumbuhan bayi