Perbandingan Luaran Klinis Pasca Operasi Hipospadia dengan Bebat Tekan dan Tanpa Bebat Tekan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Nikko Caesario Mauldy Susilo, Dr. dr. Prahara Yuri, Sp.U(K)
2026 | Tesis-Spesialis | SP UROLOGI
Latar Belakang: Hipospadia
merupakan kelainan kongenital yang sering ditemukan pada anak laki-laki dan
umumnya ditangani dengan operasi. Selepas operasi, pembalutan dengan bebat
tekan sering digunakan untuk mencegah hematom dan edema, meskipun manfaatnya
masih diperdebatkan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa balutan tanpa
tekanan pasca hipospadia dapat meningkatkan kenyamanan dengan risiko komplikasi
yang komparabel.
Metode: Penelitian
retrospektif menggunakan sampel pada 163 pasien anak laki-laki yang menjalani
operasi hipospadia (chordectomy dan urethroplasty) selama periode
2023–2025 di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui rekam medis
termasuk karakteristik pasien, jenis pembalutan, diversi urin dan komplikasi
pasca operasi. Analisis statistik dilakukan untuk membandingkan kedua kelompok
menggunakan uji chi-square.
Hasil: Dari 163 sampel (73
pasien dengan bebat tekan dan 90 pasien tanpa bebat tekan) tidak terdapat perbedaan karakteristik
berdasarkan usia, klasifikasi hipospadia antara kedua kelompok (p>0.05). Subjek
tanpa bebat tekan mengalami komplikasi (24.4%) lebih sedikit dibandingkan bebat
tekan (34.2%), namun secara statistik tidak menunjukkan perbedaan signifikan
p=0,170. Pada sub-analisis berdasarkan klasifikasi hipospadia tipe glanular,
distal, proksimal, dan perineal didapatkan kelompok bebat tekan memiliki angka
komplikasi lebih tinggi (27.3%, 48.4%, 11.1%) namun secara statistik tidak
berbeda secara signifikan (p>0.05).
Kesimpulan: Penggunaan balutan
tanpa bebat tekan pasca operasi hipospadia (chordectomy dan urethroplasty)
tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap angka komplikasi
pascaoperasi dibandingkan kelompok bebat tekan. Meskipun kelompok dengan bebat
tekan cenderung memiliki insidensi komplikasi lebih tinggi, hasil ini tidak
bermakna secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan balutan
tanpa bebat tekan sama efektifnya dengan bebat tekan.
Background:
Hypospadias is a common congenital anomaly in male children, typically managed
through surgical repair. Postoperatively, compressive dressings are often
applied to prevent hematoma and edema, although their benefits remain
controversial. Several studies suggest that compression may increase discomfort
and the risk of complications. However, data regarding its effect on pain
levels, particularly in children, remain limited.
Methods: This
retrospective study included 163 male pediatric patients who underwent
hypospadias surgery (chordectomy and urethroplasty) between 2023 and 2025 in
RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Data were collected from medical records,
including patient characteristics, type of dressing, urinary diversion, and
postoperative complications. Statistical analysis was performed using the
chi-square test to compare both groups.
Results: Of the 163
patients (73 compressive dressings, 90 non-compressive dressings), there were
no significant differences in age or hypospadias classification between the
groups (p>0.05). Patients without compressive dressings experienced fewer
complications (24.4%) compared to those with compressive dressings (34.2%),
although the difference was not statistically significant (p=0.170). Subgroup
analysis based on hypospadias classification (glanular, distal, proximal, and
perineal) showed higher complication rates in the compressive dressing group
(27.3%, 48.4%, 11.1%), but these differences were also not statistically
significant (p>0.05).
Conclusion: The use of non-compressive dressings after hypospadias surgery (chordectomy and urethroplasty) showed no significant difference in postoperative complication rates compared to compressive dressings. Although the compressive dressing group tended to have a higher incidence of complications, the difference was not statistically significant. These findings suggest that non-compressive dressings are equally effective as compressive dressings.
Kata Kunci : Hipospadia, tanpa bebat tekan, komplikasi