Hubungan Tinggi Fundus Uteri dan Lingkar Lengan Atas Ibu dengan Berat Lahir Bayi
Tunggul Birowo, Dr. H. Risanto S. ; Dra. Sri Sumarni, SU
1995 | Skripsi | S1 KEDOKTERANBerat badan waktu lahir merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan masyarakat. Bayi dengan berat badan lahir rendah (<2500 gram) memiliki kemungkinan meninggal 5-9 kali lebih tinggi dibanding dengan bayi berat badan lahir 2500-2998 gram, dan 7-13 kali lebih tinggi dibanding bayil dengan berat badan lahir 3000 sampai 3999 gram. Salah satu metode penapisan yang dapat digunakan untuk memperkirakan lahirnyva bayi dengan berat lahir rendah adalah dengan mengukur Tinggi Fundus Uteri (TFU) dan Lingkar Lengan Atas (LLA) ibu. Metode tersebut dapat dipakai secara meluas di pusat-pusat kesehatan primer dengan fasilitas yang masih sangat sederhana, karena murah dan mudah penggunaannya. Penelitian yang dilaksanakan di kamar bersalin RSUP Dr. Sardjito ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara TFU dan LLA ibu dengan berat bayi yang dilahirkannya. Penelitian dilakukan terhadap 352 ibu dengan metode crosssectional. Kriteria subyek yang masuk dalam penelitian adalah sebagai berikut: (1) umur kehamilan 37-42 minggu, (2) bukan kehamilan kembar, (3) kehamilan tidak dengan preeklamsia/eklamsia, (4) bukan hydrocephalus/unencephalus, (5) bukan hydrampnion, (6) letak janin memanjang dengan presentasi kepala. Data yang dikumpulkan secars primer adalah TFU dan LLA ibu, sedang data yang diambil secara sekunder adalah berat lahir bayi. Kemudian data TFU dan LLA ibu yang diperoleh dihubungkan dengan dats berat lahir bayi. Dari penelitian ini didapatkan hubungan yang sangat kuat antara TFU dengan berst lahir bayi (r= 0,87, DF= 350) dengan risiko relatif sebesar 10,8. Sensitivitas 54%, spesifisitas 85%, nilai ramal positif 54%, nilai ramal negatif 95%, positif palsud6% dan negatif palsu 5%. Untuk hubungan LLA ibu dengan berat lahir bayi juga diperoleh korelasi yang kuat (r= 0,29, DF= 350) dengan risiko relatif 2,41, Sensitivitas 20%, spesifisitas 92%, nilai ramal positif 21%, nilai ramal negatif 91%, positif palsu 79%, dan negatif palsu 9% Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah adanya korelasi yang kuat antara TFU dan LLA ibu dengan berat lahir bayi, sehingga metode pengukuran TFU dan LLA ibu perlu lebih dimasyarakatkan sebagai salah satu instrumen penapis bayi berat badan lahir rendah.
Kata Kunci : Kehamilan aterm, TFU, LLA, berat lahir bayi.