Laporkan Masalah

Proyeksi Perubahan Penggunaan Lahan dan Evaluasi Kesesuaiannya dengan Kemampuan Lahan di Kabupaten Klaten

Syalma Amelia Sari, Dr. Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.

2026 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Kabupaten Klaten yang berada di antara dua pusat pertumbuhan ekonomi, yakni Yogyakarta dan Surakarta, mengalami tekanan yang cukup besar terhadap perubahan penggunaan lahan. Perubahan ini menimbulkan risiko berkurangnya lahan produktif dan ketidaksesuaian penggunaan lahan dengan kemampuan biofisik wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan antara 2015 dan 2025, (2) memproyeksikan kondisi penggunaan lahan tahun 2035, (3) menganalisis kesesuaian penggunaan lahan pada kondisi eksisting dan hasil proyeksi terhadap peta kemampuan lahan, serta (4) merumuskan arahan pengelolaan lahan berkelanjutan.
Data yang digunakan meliputi peta penggunaan lahan antar periode, peta kemampuan lahan, serta variabel pendorong spasial. Pemodelan proyeksi dilakukan dengan pendekatan ANN-CA-Markov yang dikalibrasi dan divalidasi menghasilkan nilai Kappa 0,91 dan akurasi keseluruhan 94,42%. Analisis kemampuan lahan dilakukan melalui proses tumpang susun (overlay) terhadap sembilan jenis Satuan Kemampuan Lahan (SKL) yang mengacu pada Permen PU Nomor 20/PRT/M/2007. Hasil analisis menunjukkan adanya perubahan penggunaan lahan seluas 1.414,04 ha pada periode 2015–2025 dengan kecenderungan alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan terbangun, khususnya permukiman. Proyeksi 2035 menunjukkan penurunan luas sawah sebesar 796,62 ha dan peningkatan permukiman sebesar 611,74 ha dibanding 2025. Analisis kesesuaian dengan kemampuan lahan menunjukkan sedikit penurunan area sesuai (S), yaitu dari 47.907 ha pada 2025 menjadi 47.431 ha pada 2035, serta peningkatan kategori sesuai bersyarat (SB) dan tidak sesuai (TS) dengan peningkatan TS 54 ha. Arahan untuk mendukung pengelolaan lahan berkelanjutan antara lain mengintegrasikan hasil penelitian dalam dokumen perencanaan wilayah, pembatasan pemberian izin pada area TS, dan pemberian intervensi teknis pada lahan SB.

The study area, Klaten Regency, located between the two economic growth centers of Yogyakarta and Surakarta, is experiencing strong pressure on land use change, risking loss of productive agricultural land and mismatches between land use and the land’s bio-physical capacity. This study aims to (1) identify land use changes between 2015 and 2025, (2) project land use for 2035, (3) assess the suitability of existing and projected land use against land capability maps, and (4) formulate guidelines for sustainable land management.

The analysis uses land use maps for the study periods, a land capability map based on nine Land Capability Units (SKL) guided by Permen PU No. 20/PRT/M/2007, and spatial driving factors. Future land use was simulated using an ANN–CA–Markov approach that was calibrated and validated (Kappa = 0,91; overall accuracy = 94,42%). Results indicate a total land use change of 1,414.04 ha during 2015–2025 with a dominant trend of agricultural land conversion to built-up areas (notably an increase in settlements). The 2035 projection estimates a reduction in paddy field area by 796.62 ha and an increase in settlement area by 611.74 ha compared to 2025. Suitability analysis shows a slight decline in the area classified as Suitable (S) from 47,907 ha in 2025 to 47,431 ha in 2035, accompanied by increases in Conditionally Suitable (SB) and Not Suitable (TS) categories (TS increases by 54 ha). Recommendations to support sustainable land management include integrating projection and suitability maps into spatial planning documents, restricting new permits in TS areas, and implementing technical interventions in SB areas.


Kata Kunci : proyeksi perubahan penggunaan lahan, ANN-CA-Markov, kemampuan lahan, kesesuaian lahan, Kabupaten Klaten

  1. S1-2026-493634-abstract.pdf  
  2. S1-2026-493634-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-493634-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-493634-title.pdf