Laporkan Masalah

INTERFERENSI MORFOLOGIS PADA TUTURAN BERBAHASA INDONESIA OLEH PENUTUR JATI BAHASA INGGRIS PADA YOUTUBE

Nisa Halisa Hakim, Dr. Hayatul Cholsy, M.Hum.

2026 | Tesis | S2 Linguistik

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan pola interferensi morfologis yang ditemukan dalam tuturan berbahasa Indonesia oleh penutur jati bahasa Inggris di YouTube, serta faktor-faktor penyebab terjadinya interferensi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memahami fenomena pembentukan kata secara mendalam melalui analisis tuturan penutur jati bahasa Inggris dalam berbahasa Indonesia. Penelitian ini menerapkan teori Ramlan (2001) dan Carstairs-McCarthy (2002) untuk mengidentifikasi struktur morfologis bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, teori Setyawati (2019) untuk mengklasifikasikan jenis dan faktor penyebab interferensi, serta konsep bahasa informal dan BIPA untuk memahami proses pemerolehan dan penggunaan bahasa dalam konteks komunikasi sehari-hari. Sumber data dalam penelitian ini berupa 32 video dari dua kanal YouTube, yaitu Sarah Johnson dan Sacha Stevenson, yang diunggah dalam rentang waktu 2020–2025, dengan teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 120 bentuk interferensi morfologis dalam tuturan berbahasa Indonesia oleh penutur jati bahasa Inggris yang terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu penghilangan afiks (76,67%), penambahan afiks (7,5%), dan kesalahan dalam proses reduplikasi (15,83%). Interferensi morfologis tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya yaitu adanya pengaruh bahasa pertama (L1) dan kurangnya pemahaman terhadap bahasa kedua (L2). Selain itu juga ada faktor nonlinguistik sebagai seorang YouTuber berupa pemertahanan kesalahan berbahasa yang disengaja untuk strategi personal branding sebagai seorang penutur asing untuk menciptakan persona sebagai penutur asing yang unik dan menghibur, guna membangun kedekatan emosional serta meningkatkan interaksi (engagement) dengan audiens di YouTube.

This study aims to identify the forms and patterns of morphological interference found in Indonesian utterances produced by English speakers on YouTube, and examines the contributing factors to such interference. It employs a qualitative method with a descriptive approach to gain an in-depth understanding of word formation phenomena through the analysis of Indonesian utterances by English speakers. The analysis uses the theories of Ramlan (2001) and Carstairs-McCarthy (2002) to identify morphological structures in Indonesian and English, Setyawati’s (2019) theory to classify the types and causes of interference, as well as the concepts of informal language and Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) to understand language acquisition and use in everyday communication contexts. The data sources consist of 32 videos from two YouTube channels, namely Sarah Johnson and Sacha Stevenson, published between 2020 and 2025, collected using observation and note-taking techniques. The findings revealed 120 instances of morphological interference in Indonesian utterances by English speakers, which are categorized into three types, such as affix omission (76.67%), affix addition (7.5%), and errors in the reduplication process (15.83%). These interferences are influenced by several factors, including the transfer of first-language (L1) patterns and limited knowledge of Indonesian morphological rules. Furthermore, non-linguistic factors are identified, specifically the deliberate maintenance of morphological interference as a personal branding strategy. This approach functions to construct a unique and entertaining foreign persona, aimed at fostering emotional resonance and intensifying audience engagement within YouTube platforms.

Kata Kunci : Interferensi Morfologis, Tuturan Berbahasa Indonesia, Penutur Asing, YouTube.

  1. S2-2026-546123-abstract.pdf  
  2. S2-2026-546123-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-546123-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-546123-title.pdf