Laporkan Masalah

Variasi Spasial Faktor Pengaruh Angka Prevalensi Stunting Pada Kab/Kota di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten Tahun 2023

Erika Siffana Salsabila, Hafidz Wibisono , S.T., M.T., Ph.D.

2026 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Kejadian stunting pada anak bawah usia lima tahun menjadi permasalahan yang dihadapi di Indonesia. Meskipun dari tahun 2019-2023 terus menunjukkan penurunan, tetapi angka tersebut belum memenuhi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 sebesar 14% di tahun 2024. Penelitian ini difokuskan pada tiga provinsi yang saling berdekatan yaitu Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten yang memiliki variasi angka prevalensi stunting menurut rata-rata nasional. Di sisi lain, Tobler (1990) menyatakan bahwa sesuatu yang berdekatan memiliki hubungan yang erat dibandingkan dengan sesuatu yang berjauhan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi determinan yang berpengaruh signifikan terhadap angka prevalensi stunting, pola spasial determinan signifikan, dan variabel lokal serta pola hubungan dengan angka prevalensi stunting di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten tahun 2023. 
Digunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode analisis data meliputi regresi statistik untuk menguji pengaruh, analisis pola spasial Moran’s I dan Local Indicators of Spatial Association, dan Geographically Weighted Regression untuk mengidentifikasi faktor pengaruh lokal kejadian stunting.
Hasil menunjukkan variabel Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Akses Terhadap Sanitasi Layak, Pengeluaran Rata-Rata Per Kapita Sebulan Untuk Makanan, Realisasi Jumlah Anggaran Bantuan Sosial Pangan, dan Jumlah Kejadian Bencana Alam berpengaruh terhadap kejadian stunting. Seluruh variabel memperlihatkan autokorelasi spasial global positif dengan arah hubungan yang bervariasi. Hasil GWR menunjukkan adanya heterogenitas spasial dan pengaruh lokal dari variabel Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Akses Terhadap Sanitasi Layak terhadap kejadian stunting di 26 daerah signifikan. 

The occurrence of stunting in children under five years old has become a problem in Indonesia. Although the rate continued to decline from 2019 to 2023, it has not yet met the target of 14% set by the 2020-2024 National Medium-Term Development Plan (RPJMN). This research focuses on three neighboring provinces — West Java, DKI Jakarta, and Banten — which have varying stunting prevalence rates relative to the national average. Tobler (1990) stated that things closer to each other have a stronger relationship than those that are farther apart, providing a spatial basis for this study. The purpose of this study is to identify the determinants that significantly influence stunting prevalence rates, the spatial pattern of these determinants and local variables, and the nature of their relationship with stunting prevalence in West Java, DKI Jakarta, and Banten in 2023.

A quantitative descriptive approach was employed. Data analysis methods included statistical regression to test influence, Moran’s I spatial pattern analysis, Local Indicators of Spatial Association (LISA), and Geographically Weighted Regression (GWR) to identify locally varying factors of stunting incidence. 

The results show that Percentage of Households with Access to Adequate Sanitation, Average Monthly Per Capita Food Expenditure, Realization of Social Food Assistance Budget, and Number of Natural Disaster Incidents all significantly affect stunting incidence. All variables exhibit positive global spatial autocorrelation, with varying directions of local relationship. The GWR results indicate the presence of spatial heterogeneity and a significant local influence of the Percentage of Households with Access to Proper Sanitation on stunting occurrences in 26 significant regions. 

Kata Kunci : Stunting, Provinsi Jawa Barat, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Banten, variasi spasial

  1. S1-2026-494388-abstract.pdf  
  2. S1-2026-494388-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-494388-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-494388-title.pdf