Laporkan Masalah

Analisis Strategi Perbaikan Citra dalam Respons Resmi Roblox terhadap Gugatan Hukum Keselamatan Anak Tahun 2025

Akmal Haidar Alfath, Alfelia Nugky Permatasari, S.S., M.A.

2026 | Tugas Akhir | D4 BAHASA INGGRIS

Penelitian ini mengkaji akuntabilitas korporat dalam komunikasi krisis dengan menganalisis siaran pers resmi Roblox Corporation dalam menanggapi tuduhan keselamatan anak pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pemulihan citra dan fitur linguistik yang digunakan perusahaan untuk mengelola reputasinya selama krisis hukum. Dengan menggunakan desain studi kasus kualitatif, siaran pers tersebut dianalisis melalui kerangka kerja integratif Teori Pemulihan Citra (Benoit, 2015) dan Metadiskursus Interaksional (Hyland, 2005). Untuk memastikan keandalan, penelitian ini juga membandingkan narasi korporat dengan tuduhan hukum yang sebenarnya. Temuan menunjukkan bahwa Roblox mengandalkan strategi Reducing Offensiveness (47%) dan Corrective Action (38%), sementara ketiadaan total Mortification (0%) menunjukkan penolakan Roblox untuk mengakui kesalahan hukum. Pada tingkat linguistik, Boosters (31%), Self-mentions (26%), dan Attitude Markers (26%) secara kolektif membangun citra tanggung jawab yang strategis. Sintesis dari kedua teori ini mengilustrasikan bagaimana Roblox menangani krisis dengan menawarkan solusi teknis untuk masalah etis. Bahasa yang percaya diri digunakan untuk menonjolkan keberhasilan teknis, sementara bahasa yang berhati-hati memungkinkan organisasi membingkai masalah keamanan sebagai batasan teknis dan bukan kegagalan manajerial. Kesimpulannya, hasil ini menyoroti bahwa korporasi menggunakan bahasa secara strategis untuk mempertahankan legitimasi mereka di era digital

This study examines corporate accountability in crisis communication by analyzing Roblox Corporation’s official press releases in response to the 2025 child safety allegations. The research aims to identify the image repair strategies and linguistic features used by the company to manage its reputation during a legal crisis. Employing a qualitative case study design, the press release is analyzed through an integrated framework of Image Repair Theory (Benoit, 2015) and Interactional Metadiscourse (Hyland, 2005). To ensure reliability, the study also compares corporate narratives with the actual legal allegations. The findings indicate that Roblox relies on the strategies of Reducing Offensiveness (47%) and Corrective Action (38%), while the complete absence of Mortification (0%) indicates Roblox's refusal to acknowledge legal fault. At the linguistic level, Boosters (31%), Self-mentions (26%), and Attitude Markers (26%) collectively build a strategic image of responsibility. The synthesis of these two theories illustrates how Roblox communicates in managing its crisis by offering technical solutions to ethical issues. Confident language is used to highlight technical successes, while cautious language allows the organization to frame security issues as technical limitations rather than managerial failures. In conclusion, these results highlight that corporations use language strategically to maintain their legitimacy in the digital age.

Kata Kunci : Keselamatan Anak, Komunikasi Krisis, Metadiskursus Interaksional, Roblox, Teori Pemulihan Citra.

  1. D4-2026-505967-abstract.pdf  
  2. D4-2026-505967-bibliography.pdf  
  3. D4-2026-505967-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2026-505967-title.pdf