Dedikasi di Balik Risiko: Studi Fenomenologi tentang Alasan Petugas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta Memilih Bertahan dalam Pekerjaan
Dinda Gaby Apsari, Dr. Bagus Riyono, M.A., Psikolog
2026 | Skripsi | PSIKOLOGI
Petugas pemadam kebakaran menyita perhatian publik karena performa pelayanannya yang sangat memuaskan. Kalimat "lebih baik lapor damkar" muncul karena petugas pemadam kebakaran dianggap dapat diandalkan di berbagai situasi. Banyaknya tugas yang harus dilakukan berbanding lurus dengan tingkat risiko yang dihadapi oleh petugas pemadam kebakaran. Meskipun demikian, para petugas tetap memilih bertahan dalam pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi alasan serta makna di balik keputusan seorang petugas pemadam kebakaran yang tetap memilih bertahan dalam pekerjaannya. Menggunakan pendekatan fenomenologi deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap lima petugas operasional Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta yang kemudian dianalisis menggunakan metode Stevick-Colaizzi-Keen modifikasi Moustakas. Hasil penelitian mengidentifikasi bahawa komitmen bertahan pada profesi berbahaya dibangun oleh makna kerja yang otentik, spiritualitas, dan nilai kekeluargaan, sehingga hasil penelitian ini dapat berkontribusi pada pengembangan literatur meaningful work dalam konteks pekerjaan yang berbahaya.
Firefighters have captured public attention due to their highly satisfactory service performance. The phrase "better call the fire department" has emerged because firefighters are perceived as reliable in various situations. The numerous task they must perform are directly proportional to the level of risk faced by the firefighters. Despite this, they continue to choose to persist in their profession. This study aims to explore the reasons and meanings behind the decision of a firefighter to remain in their job. Using a descriptive phenomenological approach, data were collected through semi-structured in-depth interviews with five operational staff from the Yogyakarta Fire and Rescue Department, which were then analyzed using the Stevick-Colaizzi-Keen method, modified by Moustakas. The results identify that the commitment to stay in a dangerous profession is built upon the meaning of work that is authentic, spiritual, and familial. Thus, this study contributes to the development of meaningful work literature within the context of hazardous occupations.
Kata Kunci : pemadam kebakaran, risiko pekerjaan, makna kerja, fenomenologi