Analisis Tindakan Perselingkuhan dalam Novel Une Vie karya Guy de Maupassant: Kajian Perspektif Moral Kantian
Rasheesa Prita Syafinka, Dr. Wulan Tri Astuti, S.S., M.A.
2026 | Skripsi | SASTRA PERANCIS
Kepercayaan dan komitmen merupakan fondasi utama dalam suatu hubungan yang didasarkan pada cinta dan loyalitas. Namun, fondasi tersebut dapat rusak melalui berbagai tindakan, seperti menyembunyikan kebenaran dan berbohong kepada pasangan. Salah satu bentuk tindakan yang menggabungkan kedua hal tersebut adalah perselingkuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai tindakan yang dianggap tidak bermoral, dengan fokus pada perselingkuhan dalam konteks kehidupan berumah tangga Novel Une Vie karya Guy de Maupassant. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori moralitas Immanuel Kant dalam Groundwork of The Metaphysics of Morals, khususnya konsep kewajiban (duty), kehendak baik (goodwill), maksim, serta formulasi imperatif kategoris. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif Kualitatif dengan data berupa tindakan perselingkuhan dalam novel Une Vie karya Guy de Maupassant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perselingkuhan merupakan tindakan yang tidak bermoral karena melanggar prinsip universalitas, memperlakukan individu semata-mata sebagai saran, serta tidak sejalan dengan prinsip otonomi moral. Manusia sebagai makhluk rasional memiliki kapasitas untuk mengenali dan bertindak berdasarkan hukum moral, bukan semata-mata mengikuti dorongan hasrat atau kepentingan pribadi. Temuan ini menegaskan bahwa tindakan perselingkuhan tidak dapat dibenarkan secara moral dalam kerangka etika Kantian, karena bertentangan dengan rasionalitas praktis dan merusak dasar hubungan yang berlandaskan penghormatan terhadap martabat manusia.
Trust and commitment are the main foundations of a relationship based on love and love and loyalty. However these foundations can be broken through various actions, such as hiding the truth and lying to one’s partner. One form of behavior that combines both of these is infidelity. This study aims to provide clearer understanding of actions that are considered immoral, with a focus on infidelity in Guy de Maupassant’s novel Une Vie. The analysis was conducted using Immanuel Kant’s theory of morality as presented in Groundwork of The Metaphysics of Moral, specifically the concepts of duty, goodwill, maxims, and the formulation of the categorical imperative. This study employs a qualitative descriptive method, with data consisting of acts of infidelity in Guy de Maupassant’s novel Une Vie. The findings indicate that infidelity constitutes an immoral act because it violates the principle of universality, treats individuals merely as means, and is inconsistent with the principle of moral autonomy. As rational beings, humans have the capacity to recognize and act in accordance with moral laws, rather than merely following the impulses of desire or personal interest. This finding confirms that it cannot be morally justified within the Kantian ethical framework, as it contradicts practical rationality and undermines the foundation of relationships based on respect for human dignity.
Kata Kunci : Guy de Maupassant, Kantian, Moral, Pernikahan, Perselingkuhan, Une Vie