Laporkan Masalah

Faktor Risiko Gangguan Kecemasan dan Depresi Pasca Perawatan ICU di RSUP DR. Sardjito

Isnafianing Palupi, Prof. dr. Yunita Widyastuti, M.Kes, Sp.An-TI, Subsp.An.Ped(K), Ph.D.; dr. Calcarina Fitriani Retno Wisudarti, Sp.An-TI, Subsp.An.T.I(K.; dr. Irwan Supriyanto, Ph.D., Sp.KJ

2026 | Tesis-Subspesialis | SUBSPESIALIS ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF

Latar Belakang: Kemajuan teknologi dan sistem medis modern telah meningkatkan kelangsungan hidup pasien yang menerima perawatan di Intensive Care Unit (ICU), namun banyak penyintas ICU mengalami gangguan kecemasan dan depresi yang termasuk dalam domain Post Intensive Care Syndrome (PICS). Gangguan ini mencakup kecemasan berlebihan, rasa takut yang menetap, tegang, gelisah, gangguan tidur, reaksi panik, kehilangan minat atau motivasi terhadap aktivitas, dan penurunan nafsu makan yang dapat mempengaruhi aktivitas harian dan kualitas hidup pasien.

Tujuan: Mengetahui prevalensi dan faktor risiko gangguan kecemasan dan depresi pasca perawatan di ICU RSUP Dr. Sardjito.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kohort prospektif dengan 108 pasien dewasa yang dirawat di ICU. Penilaian gangguan kecemasan dan depresi dilakukan 3 hari setelah keluar dari ICU dengan menggunakan Hospital Anxiety and Depression Scale-Anxiety (HADS-A) dan Hospital Anxiety and Depression Scale-Depression (HADS-D). Analisis data dilakukan secara bivariat dan multivariat dengan uji regresi logistik.

Hasil: Dari 108 pasien penyintas ICU, prevalensi gangguan kecemasan 46,3?n depresi 37,0%. Analisis multivariat prediktor terhadap gangguan kecemasan menunjukkan jenis kelamin perempuan (p=0,002; OR=13,160; CI 95% 2,505-69,139), ICU LOS ? 3 hari (p<0 OR=13,396; OR=87,757; p=0,012; OR=35,340; OR=113,453;>

Kesimpulan: Jenis kelamin perempuan, lama rawat ICU (ICU LOS) ? 3 hari, dan delirium merupakan faktor risiko independen yang berpengaruh signifikan terhadap gangguan kecemasan pasca perawatan ICU. Sedangkan ICU LOS ? 3 hari dan delirium merupakan faktor risiko independen yang berpengaruh signifikan terhadap gangguan depresi pasca perawatan ICU.

Background: Advances in technology and modern medical systems have improved the survival of patients treated in the Intensive Care Unit (ICU), but many ICU survivors experience anxiety and depression, which are part of Post-Intensive Care Syndrome (PICS). This disorder includes excessive anxiety, persistent fear, tension, restlessness, sleep disturbances, panic reactions, loss of interest or motivation in activities, and decreased appetite, which can affect daily activities and quality of life..

Objective: To determine the prevalence and risk factors for post-treatment anxiety and depression disorders in the ICU of Dr. Sardjito General Hospital.

Methods: This is a prospective cohort study involving 108 adult patients admitted to the ICU. Anxiety and depression were assessed three days after ICU discharge using the Hospital Anxiety and Depression Scale-Anxiety (HADS-A) and the Hospital Anxiety and Depression Scale-Depression (HADS-D). Data were analyzed bivariately and multivariately using logistic regression.

Results: Of 108 ICU survivors, the prevalence of anxiety disorders was 46.3% and depression was 37.0%. Multivariate analysis of predictors of anxiety disorders showed female gender (p=0.002; OR=13.160; 95% CI 2.505-69.139), ICU LOS ? 3 days (p<0 OR=13.396; OR=87.757; p=0.012; OR=35.340; OR=113.453;>

Conclusion: Female gender, ICU length of stay (LOS) ? 3 days, and delirium are independent risk factors that significantly influence post-ICU anxiety disorders. Meanwhile, ICU LOS ? 3 days and delirium are independent risk factors that significantly influence post-ICU depression disorders.

Kata Kunci : Gangguan kecemasan dan depresi, jenis kelamin perempuan, ICU LOS ? 3 hari, delirium

  1. SPESIALIS-2-2026-524804-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2-2026-524804-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2-2026-524804-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2-2026-524804-title.pdf