Perbedaan penggunaan desinfektan dengan cara percikan dan penyemprotan terhadap angka kuman lantai ruang rawat inap bedah pria Rumah Sakit Umum Kalianda Lampung Selatan
PURWANTO, Edy, Prof.Dr.dr. Soebijanto
2005 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan KerjaSanitasi rumah sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan. Tujuan sanitasi adalah untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan aman. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan desinfeksi untuk memutus mata rantai penularan. Metoda desinfeksi yang direkomendasikan oleh Depkes RI adalah penyemprotan, tetapi pelaksanaan sehari-hari di RSUD Kalianda dengan metode percikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan metode percikan dan penyemprotan terhadap angka kuman lantai. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan Treatments By Subyects Designs dilakukan di ruang rawat inap bedah pria RSUD Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Propinsi Lampung. Variabel penelitian terdiri dari variabel terikat yaitu angka kuman lantai, variabel bebas yaitu metode percikan dan penyemprotan, serta pengaruh jumlah pasien, penunggu, pengunjung, suhu ruang dan kelembaban. Analisis data menggunakan SPSS. Uji T-test untuk mengetahui signifikansi perbedaan angka kuman antara metode percikan dan penyemprotan, Uji Korelasi untuk mengetahui signifikansi hubungan jumlah pasien, penunggu, pengunjung, suhu ruang dan kelembaban dengan angka kuman lantai menggunakan tingkat kepercayaan 95 % ( p = 0,05 ). Hasil penelitian menunjukkan penurunan angka kuman metoda percikan sebesar 56 % dan penyemprotan 65 %, Uji statistik T-test didapatkan hasil p = 0,007 (p< 0,050) menunjukkan perbedaan signifikan. Jumlah pasien (p=0,977, r=-0,012), penunggu (p=0,939, r=0,033), dan pengunjung (p=0,825, r=0,094) dengan angka kuman lantai menunjukkan hubungan tidak signifikan. Suhu ruang (p=0,732, r=0,145) dan kelembaban (p=0,286, r=-0,431) dengan angka kuman lantai menunjukkan hubungan tidak signifikan
Hospital sanitation is an inseprable part of health service system. The aim of sanitation is to bring the healthy and safe environment into reality. To achieve this aim, conducted disinfection to break the chain of infection. Disinfection method recomended by Department of Health is the spraying method, but the implementation in Kalianda Hospital regional is the sprinkling method in everiday. The aim of this research is to identify the difference sprinkling and spraying methods on total numbers of bacteria on floor. This research is a quasi experiment. Using the Treatments by Subyects Designs. The research conducted in the post surgical ward for men in Kalianda Hospital South Lampung Regency of Lampung Province. The dependent variable is the total numbers of bacteria on floor, while independent variables are spraying and sprinkling methods. Those factors encompassed the number of patiens, hospital orderlies, visitors, including the room temperature, and humidity. The data analysis was accomplished using the SPSS. T-test was used to find out the significance of total numbers of bacteria difference between the spraying and sprinkling method. The correlation test was used to find out the significance of correlation between the number on patiens, hospital orderlies, visitors, the room temperature, and humidity with total numbers of bacteria on floor using 95 % in confidence degree ( p = 0,05 ). The result of the research showed the decreasing total numbers of bacteria on the floor by sprinkling method was 56 % and by spraying method was 65 %. T test showed that the result was p = 0,007 (p<0,05), it indicated that there was significantly difference. There was not significant correlation of patiens (p=0,977, r=0,012), hospital orderlies (p=0,939, r=0,033), visitors (p=0,825, r=0,094), room temperature (p=0,732, r=0,145) and humidity (p=0,286, r=0,431) with the total numbers of bacteria on floor.
Kata Kunci : Kesehatan Lingkungan,Kuman Lantai,Desinfektan,Penyemprotan dan Percikan