Tupai Janjang :: Sebuah teater tradisional Minangkabau
GAYATRI, Satya, Prof.Dr. Imran T. Abdullah
2005 | Tesis | S2 SastraPenelitian berjudul “Tupai Janjang: Sebuah Teater Tradisional Minangkabau†ini bertujuan mendekripsikan pertunjukan dari sebuah teater tradisional di Minangkabau. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik-teknik kelisanan antara dua pencerita dengan membandingkan antara teks yang ada sekarang dan teks yang sebelumnya. Selanjutnya, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis teks dalam kaitannya dengan fungsi teks Tupai Janjang dalam kehidupan masyarakat pendukungnya. Penelitian ini dilakukan dengan menyaksikan pertunjukan teater Tupai Janjang dan dilengkapi pula dengan wawancara. Wawancara dilakukan dengan pencerita serta penonton. Untuk menganalisis teks yang didapatkan di lapangan, digunakan pendekatan formula, komposisi skematik, dan fungsionalisme. Kemudian, kedua teks dibandingkan dari segi teknik kelisanannya serta variasi adegan yang terdapat pada teks tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks dan pertunjukan dipengaruhi oleh situasi dan kondisi masyarakat pendukungnya. Di samping itu, pencerita menggunakan teknik formula dan komposisi skematik untuk mempermudah pertunjukan. Pencerita menggunakan formula atau skematik-skematik tertentu untuk menyampaikan ide dan gagasan dalam cerita sehingga setiap pertunjukan akan berbeda formulanya walaupun menampilkan cerita yang sama. Dengan menggunakan formula dan skematik, ditemukan kalimat yang paralel antara satu kalimat dan kalimat lainnya. Hal ini dilakukan untuk menyampaikan ide dan gagasan secara cepat pada saat pertunjukan berlangsung. Keberadaan ide dan gagasan dengan cara skematik yang ditemukan dalam teks Tupai Janjang juga dijumpai dalam kaba lainnya. Variasi dan perubahan pada teks dipengaruhi oleh suasana pertunjukan dan penonton. Perubahan pada penonton disebabkan oleh kebudayaan yang datang dari luar dan dari dalam masyarakat. Pertunjukan Tupai Janjang merupakan pertunjukan yang masih tetap bertahan sampai sekarang. Hal itu karena fungsi dan kegunaannya dalam masyarakat. Di samping itu, teks yang diceritakan dalam pertunjukan Tupai Janjang mempunyai banyak pesan, nasihat, dan amanat.
This recearch is aimed at describing the performance of a traditional theatre in Minangkabau called Tupai Janjang. The objects of this research are to find oral techniques, the differences between the texts compared, and the factors causing the differences by —comparing the new and the old text. Furthermore, after comparing these two texts, the relationship between texts and society and the fucntions of Tupai Janjang text in social life can be seen. This research is conducted by watching the performance of theatre Tupai Janjang and by interviewing. The interview is done with the narrator and the audience to analyze the text, the writer uses formula, schematic approach, and functionalism. These two texts, then, are compared to see the oral technique and the variation of action found. Having been analyzed, it is found that the texts and the performance are influenced by situation and condition of society. Besides that, the narrator uses formula and schematic composition to ease the performance. The narrator uses particular formula or particular schematic to express the idea in the story in order each performance will have different formula even though performing the same story. By using the very schematic and formula, it is found that there is a paralelism between one sentence and others. This is applied to deliver the idea quickly while the performance. The existence of the idea schematically found in the text of Tupai Janjang is also found in another kaba. The variation and the change in the text are influenced by the situation of performance and audience. The change of the audience is caused by the outside or inside society. The performance of Tupai Janjang still exists until now. This is due its function and its usage in the society. Moreover, texts narrated in the performance of Tupai Janjang bears moral value, message, and advice.
Kata Kunci : Sastra Indonesia,Teater Tradisional Mingakabau,Tupai Janjang, traditional theater, performance, audience, formula, schematic composition, functional