Laporkan Masalah

Analisis Tegangan Sistem Perpipaan Area Turbin A-101-JT Pada Proyek Kujang 1-B Menggunakan Caesar II ( Studi kasus pada PT. Rekayasa Industri )

Waskito Ardi Prabowo, Ir. Sunardjo, MT.

2007 | Skripsi | S1 TEKNIK MESIN

PT. Pupuk Kujang telah beroperasi tebih dari 20 tahun dimana telah melewati usia tcknisnya. Kujang l-B be(ujuan untuk mengganti pabrik lama yang telah habis masa usia teknisnya. Kujang l-B adalah solusi terbaik untuk mengganti pabrik yang lama dari pada mengganti peralatan yang ada pada pabrik yang lama. Suatu sistcm perpipaan suatu pabrik atau kilang mempunyai fungsi utama sebagai jalur transportasi dari aliran fluida, baik yang berupa gas ataupun cairan, dalam keadaan panas atau dingin, maupun keadaan bertekanan. Sistem perpipaan area turbin meliputi ex.hausl, exlractktn, inlet yang terhubung dengan turbin A-'101-JT yang merupakan penggerak pada peralatan di Kujang l-8. Untuk mengetahui apakah sebuah sistem layak untuk beroperasi atau tidak perlu diadakan analisis. Analisis yang dilakukan pada sistem perpipaan salah satunya adalah analisis tegangan statis yang menguji kekuatan struktur dari sistem periripaan terhadap gaya, momen, tegangan yang akan tcrjadi. Oode dan standart digunakan sebagai pembatas tegangan, gaya dan momen yang oleh dikenakan pada sistem perpipaan sehingga tidak terjadi kegagalan pada sistem perpipaan. Analisis tegangan digunakan dengan motode komputasi menggunakan so.flwure analisis tegangan perpipaan yaitu CAESAR II versi 4.2. Untuk mehganalisis, sistem perpipaan dimodelkan kedalam CAESAR II. Elemen-elemen dalam sistem perpipaan dimodelkan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Perubahan orientasi koordinat pipa, percabangan dan pembelokan. adanya perubahan dimensi pipa, adanya perubahan material pada sistem perpipaan, perbedaan tebal insulasi, perubahan kondisi kerj4 adanya equipmenl perpipaan (valve, flange, reducer, expansion joint), adarrya gaya luar. Hasil analisis menggunakan CAESAR II menghasilkan output berupa gambar maupun nilai angka yang secara umum dapat menggambarkan gaya, momen dan tegangan yang terjadi. Dari hasil analisis statis yang telah dilakukan, sistem perpipaan turbin tidak terdapat kegagalan dan masih bcrada pada batas yang diijinkan. Sistem perpipaan telah lulus uji terhadap code dan standurt yang telah ditetapkan yaitu ASME 831.3 dan NE,MA SM 23. Untuk analisis selanjutnya dapat dilakukan analisis dinamis terhadap getaran turbin.

PT. Pupuk Kujang has been operating for more than 20 years, having surpassed its technical lifespan. The Kujang l-B is intended to replace an old factory that has reached the end of its service life. The Kujang l-B is the best solution for replacing an old factory rather than replacing existing equipment. A factory or refinery's piping system primarily functions as a transportation route for fluid flow, whether gas or liquid, hot or cold, or under pressure. The turbine area piping system includes the exhaust, exhaust, and inlet, all connected to the A-101-JT turbine, which drives the equipment in the Kujang l-8. To determine whether a system is operational, an analysis is necessary. One of the analyses performed on the piping system is a static stress analysis, which tests the structural strength of the piping system against the forces, moments, and stresses that will occur. Codes and standards are used to limit the stresses, forces, and moments imposed on the piping system to prevent system failure. Piping. Stress analysis is performed using a computational method using the piping stress analysis software CAESAR II version 4.2. For the analysis, the piping system is modeled in CAESAR II. The elements in the piping system are modeled by considering the following factors: changes in pipe coordinate orientation, branching, and bends, changes in pipe dimensions, changes in piping system materials, differences in insulation thickness, changes in working conditions, the presence of piping equipment (valves, flanges, reducers, expansion joints), and external forces. The results of the CAESAR II analysis produce output in the form of images and numerical values ??that generally describe the forces, moments, and stresses that occur. From the analysis results, Based on the static analysis results, the turbine piping system has no failures and remains within permissible limits. The piping system has passed tests against established codes and standards, namely ASME 831.3 and NE,MA SM 23. For further analysis, a dynamic analysis of turbine vibrations can be performed.

Kata Kunci : analisis tegangan statis, code, standart, CAESAR Il

  1. S1-FTK-2007-Waskito_Ardi_Prabowo-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2007-Waskito_Ardi_Prabowo-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2007-Waskito_Ardi_Prabowo-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2007-Waskito_Ardi_Prabowo-title.pdf