Laporkan Masalah

Peran Self-Discepancy Terhadap Social Appearance Anxiety Pada Wanita Dewasa Awal Pengguna Media Sosial

Najiha Syahidah, Wulan Nur Jatmika, S.Psi., M.Sc.

2026 | Skripsi | PSIKOLOGI

Paparan konstan standar kecantikan yang tidak realistis di media sosial berkontribusi pada Social Appearance Anxiety (SAA) di kalangan wanita dewasa awal Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran actual-ought self-discrepancy sebagai prediktor terhadap SAA. Menggunakan desain kuantitatif korelasional, data dikumpulkan dari 165 wanita usia 18–25 tahun yang aktif menggunakan Instagram dan TikTok. Instrumen yang digunakan adalah adaptasi Social Appearance Anxiety Scale (SAAS) dan Body Image Ideals Questionnaire-Expanded (BIQ-E). Hasil analisis regresi hierarki menunjukkan bahwa self-discrepancy secara signifikan memprediksi tingkat SAA (B = .646, p < 0>self-discrepancy memberikan kontribusi unik sebesar 10.4% terhadap variansi SAA. Temuan ini menegaskan bahwa struktur kognitif internal lebih fundamental dalam memicu kecemasan penampilan dibandingkan faktor eksternal seperti durasi penggunaan. Penelitian ini memberikan landasan empiris bagi intervensi psikologis yang berfokus pada restrukturisasi kognitif dan literasi digital untuk meningkatkan kesejahteraan mental di era digital.

Constant exposure to unrealistic beauty standards on social media contributes to Social Appearance Anxiety (SAA) among emerging adult women in Indonesia. This study aims to examine the role of actual-ought self-discrepancy as a predictor of SAA. Using a quantitative correlational design, data were collected from 165 women aged 18–25 who actively use Instagram and TikTok. Instruments included the Indonesian adaptation of the Social Appearance Anxiety Scale (SAAS) and the Body Image Ideals Questionnaire-Expanded (BIQ-E). Hierarchical regression analysis revealed that self-discrepancy significantly predicts SAA levels (B = .646, p < .001), even after controlling for social media duration and platform type. The model showed that self-discrepancy provides a unique contribution of 10.4% to the variance of SAA. These findings emphasize that internal cognitive structures are more fundamental in triggering appearance anxiety than external factors like usage duration. This research provides an empirical basis for psychological interventions focusing on cognitive restructuring and digital literacy to improve mental well-being in the digital age.

Kata Kunci : Self-Discrepancy, Social Appearance Anxiety, wanita dewasa awal, media sosial

  1. S1-2026-494218-abstract.pdf  
  2. S1-2026-494218-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-494218-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-494218-title.pdf