Evaluasi pemilihan lokasi dalam rangka relokasi Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Tulungagung
ISNAMURTI, Hening, Ir. Waljiyanto, M.Sc
2005 | Tesis | S2 Teknik GeomatikaEvaluasi pemilihan lokasi dalam rangka pemindahan lokasi (relokasi) Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (KP PBB) Tulungagung dilakukan terhadap 477 pusat kegiatan PBB dan BPHTB yang tersebar di Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Trenggalek. Kedua kabupaten tersebut merupakan wilayah kerja KP PBB Tulungagung saat ini. Cakupan wilayah kerja ini lebih kecil dari sebelumnya, yang meliputi pula Kabupaten dan Kota Blitar. Relokasi kantor lama menuju kantor baru di luar pusat kota Kabupaten Tulungagung didasari kenyataan bahwa kantor baru mempunyai ruangan lebih luas, namun diindikasikan memiliki aksesibilitas yang lebih sulit karena terletak di luar pusat kota dan hanya dilalui satu jalur angkutan umum. Kantor lama memiliki keterbatasan luas ruangan kantor namun unggul dalam kemudahan aksibilitas. Tujuan evaluasi atau penilaian ini adalah untuk mengetahui perbandingan daya tarik kantor dan untuk mengetahui apakah lokasi kantor lama maupun kantor baru KP PBB Tulungagung telah berada pada lokasi pusat gravitasi kegiatan PBB dan BPHTB. Metode analisis yang digunakan untuk menganalisis kekuatan daya tarik antara kantor lama dan kantor baru dengan model gravitasi Elwood. Model ini menghasilkan nilai rata-rata perbandingan daya tarik yang mencerminan potensi peluang kemudahan pelayanan yang dimiliki kantor lama maupun kantor baru. Besarnya daya tarik tersebut berbanding lurus dengan luas ruangan kantor dan berbanding terbalik dengan kuadrat waktu tempuh menuju kantor lama dan kantor baru KP PBB Tulungagung. Model analisis kedua yang digunakan adalah model pusat gravitasi yang dikembangkan oleh Render & Heizer untuk menentukan lokasi pusat gravitasi, yaitu lokasi terbaik yang akan meminimalkan biaya distribusi, biaya pengangkutan, kedekatan jarak, serta volume beban kerja yang dikirim dari dan ke pusat kegiatan PBB dan BPHTB. Lokasi pusat gravitasi dipengaruhi oleh nilai variabel koordinat pusat kegiatan PBB dan BPHTB (kantor desa/kelurahan, kecamatan, notaris/PPAT dan kantor pertanahan) serta nilai variabel beban kerja berupa jumlah Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang dan Surat Setoran BPHTB. Keputusan pemilihan lokasi untuk relokasi KP PBB Tulungagung juga dipengaruhi oleh ketersediaan dana, lahan, serta prasarana fisik (seperti jaringan listrik, telepon, dan air), perijinan dari Pemerintah Daerah, kepentingan sinergi bersama Kantor Pelayanan Pajak Tulungagung yang terletak pada lokasi yang sama, serta lokasi pemukiman petugas pajak dikaitkan dengan rutinitas mutasi pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kantor lama KP PBB Tulungagung mempunyai keunggulan daya tarik lebih kuat 0,074 atau 7,4 % dibandingkan kantor baru. Keunggulan daya tarik kantor lama dibandingkan kantor baru relatif kecil, sehingga tidak terdapat beda yang nyata diantara kedua kantor tersebut. Hasil penelitian menunjukkan pula bahwa pusat gravitasi wilayah kerja KP PBB Tulungagung terletak di Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Hal ini berarti lokasi kantor lama maupun kantor baru KP PBB Tulungagung tidak terletak pada lokasi pusat gravitasi.
The evaluation of working areas rearrangement and relocation policy of Tulungagung Land and Building Tax Office (KP PBB Tulungagung) has been conducted since the policy of catchments area regulation and relocations from the former to the new land and building tax office. This evaluations determined attractiveness power between the former office and the new one. That attractiveness comparison refers to the potential of the best-service opportunity from both offices to the working (catchments) area, which serve 477 centers of PBB and BPHTB activities. This evaluations also determine whether the location of each offices have already been at the center of gravitation. The analysis method used in this research is divided to two portions. The first is Elwood’s Retail Gravitation Model. This analysis is used to measure attractiveness power between the former office and the new one. The attractiveness will be more if there are maximum width of space area office and minimum driving time among the office to the centre of PBB and BPHTB activities. The second portion of this analysis is Render & Heizer ‘s Centre of Gravitation Model. This analysis is used to determine where the best location which can minimize distributions cost, transportation expense, distance closeness and workloaded volume, which transferred to the PBB and BPHTB activities. Best location is influenced by the coordinate of center activity of PBB and BPHTB, and the workload volume that shown by Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang and Surat Setoran BPHTB (tax-billing). The result of this research shows that the former office of KPPBB Tulungagung has higher attractiveness power 0,074 or 7,4 % over than the new one. Moreover, through Render & Heizer ‘s Centre of Gravitation Model indicate that both of the former office and the new one do not locate at the center of gravitation. The center of gravitation is located at Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek.
Kata Kunci : Model Gravitasi,Pemilihan Lokasi,PBB, Gravitation Model, Office’s attractiveness, Center of attractiveness