Laporkan Masalah

Perancangan Railway Crane Kapasitas 80 Ton

Wahab B P Paniaitan, Ir. Gregorius Harjanto

2007 | Skripsi | S1 TEKNIK MESIN

PT. Kereta Api merupakan salah satu penyedia sarana transportasi yang banyak dipakai oleh masyarakat umumnya. Jenis transportasi ini sangat diminati karena biaya yang murah. Akan tetapi dengan adanya biaya murah ini. biaya perawatan untuk kereta api kurang mencukupi. Sehingga sering terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa para penumpang. Kereta api yang terguling atau terjatuh memerlukan penanganan khusus. Kereta api ini dipindahkan atau ditangani dengan railwuy crane. Alat angkat ini akan membantu kelancaran proses evakuasi kecelakaan kereta api. Railway crane merupakan pesawat pengangkut berupa alat bantu bermesin yang berjalan diatas rel yang digerakkan sebuah mesin diesel. Crane ini memiliki penyangga saat pengoperasian yaitu struktur bawah (undercarriage) sebagai tempat dudukan pada rel dan sekaligus penyangga rangka atas. Railway crane memiliki lengan yang dilengkapi dengan teleskopik dengan sudut elevasi maksimum 42". Railway crane bekerja dengan pengontrolan melalui computer dengan kode-kode tertentu. Railway crane digunakan untuk mengangkat beban 80 ton pada umurnnya. Pada pengoperasiannya perlu diperhatikan akan gerak swing yang akan terjadi untuk mengangkat beban yang berpengaruh pada stabilitas system. Stabilitas railway crane pada gerak swing 00 dan g00 pada jalan datar dengan sudut angkat 42o. railway crane dikontrol oleh system hidrolik pada umumnya. Railway crane menggunakan pompa hidrolik positif displacement pump dengan jenis pompa gear. Pompa ini digerakkan oleh motor diesel Qtrime movers). Dalam tugas akhir ini dirancang ulang railway crane kapasitas angkat 80 ton. Perancangan ulang ini menghasilkan tinggi pengangkatan maksimum 13000 mm dengan kecepatan angkat 5 m./mnt, tarikan maksimum pada tali 16367.36 kg. tengangan putus tali 81836.84 kg dengan umur tali 12.8 bulan, puli berdiameter 600 mm dan drum berdiameter 575 mm dengan torsi output 8000 daNm.

PT. Kereta Api (Persero) is a transportation provider widely used by the public. This mode of transportation is highly sought after due to its low cost. However, despite this low cost, train maintenance costs are inadequate. This often leads to accidents that claim the lives of passengers. Derailed or derailed trains require special handling. These trains are moved or handled using a railway crane. This lifting equipment facilitates the smooth evacuation process for train accidents. A railway crane is a motorized lifting device that runs on rails powered by a diesel engine. During operation, this crane has an undercarriage that serves as a support for the rails and also supports the upper frame. Railway cranes have telescopic arms with a maximum elevation angle of 42". Railway cranes operate under computer control with specific codes. Railway cranes are typically used to lift loads of 80 tons. During operation, it is important to consider the swing motion that will occur when lifting the load, which affects system stability. Railway crane stability is achieved at 0° and g° swings on a flat surface with a lifting angle of 42°. Railway cranes are generally controlled by a hydraulic system. Railway cranes use a positive displacement hydraulic pump with a gear pump. This pump is driven by a diesel engine (Qtrime movers). In this final project, a railway crane with an 80-ton lifting capacity was redesigned. This redesign resulted in a maximum lifting height of 13,000 mm with a lifting speed of 5 m/min, a maximum rope pull of 16,367.36 kg, a rope breaking tension of 81,836.84 kg, a rope life of 12.8 months, and a pulley diameter of 600 mm. 575 mm diameter drum with 8000 daNm output torque.

Kata Kunci : Railway Crane

  1. S1-FTK-2007-Wahab_BP_Panjaitan-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2007-Wahab_BP_Panjaitan-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2007-Wahab_BP_Panjaitan-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2007-Wahab_BP_Panjaitan-title.pdf