Hubungan antara Tuberkulosis dengan Prestasi Belajar pada Anak Sekoah Dasar di Kodya Yogyakarta
Ety Sari Handayani, Dr. Tony Sadjimin, MPH, PhD, SpA.; dr. Hari Kusnanto, DrPH
1999 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERInfeksi tuberkulosis dengan gejala klinis antara lain berupa penurunan nafsu makan, anorexia dan malasea merupakan salah satu faktor resiko yang dapat mempengaruhi prestasi belajar seseorang. Selama ini penelitian mengenai hubungan infeksi tuberkulosis dengan prestasi belajar belum pernah dilakukan. Hal inilah yang mendorong diadakannya penelitian ini, yaitu untuk mengetahui apakah ada perbedaan prestasi belajar antara anak yang terinfeksi tuberkulosis dengan anak yang sehat. Subyek penelitian ini adalah siswa SD kelas 1 s/d kelas 6, di kotamadya Yogyakarta tahun ajaran 1998/1999. Dilakukan uji BCG untuk menentukan anak yang terinfeksi tuberkulosis yaTuberkulosisng dinyatakan sebagai kelompok kasus dan kemudian dicarikan pembanding (kontrol) dengan umur yang sama atau mendekati, jenis kelamin dan kelas yang sama. Prestasi belajar diukur dari rerata nilai THB cawu I s/d cawu III mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, IPS dan IPA. Dari hasil penelitian ini didapatkan 161 siswa yang dinyatakan positif terhadap uji BCG. Setelah dilakukan uji statistik diperoleh hasil bahwa rerata nilai Bahasa Indonesia kelompok terinfeksi tuberkulosis lebih tinggi daripada kelompok siswa sehat dan perbedaan ini bermakna pada a = 0,05 dan nilai p ? 0,05 (p=0,029). Sedangkan untuk mata pelajaran Matematika, IPS dan IPA tidak didapatkan perbedaan bermakna diantara kedua kelompok. Perbedaan nilai Bahasa Indonesia antara kedua kelompok dengan rerata tertinggi pada kelompok terinfeksi tbc menunjukkan bahwa kemampuan verbal ternyata tidak terpengaruh oleh infeksi tbc. Hal ini dapat terjadi mengingat keadaan status gizi kedua kelompok sama baik sehingga tidak mempengaruhi prestasi belajar di sekolah.
Kata Kunci : Tuberkulosis, penurunan nafsu makan, anorexia, malasea