Analisis Pengaruh Perkembangan Sektor Keuangan terhadap Diversifikasi Ekspor Indonesia: Pendekatan ARDL
Ayu Lintang Ramadhiani, Gigih Fitrianto, S.E., M.Sc., Ph.D.
2026 | Skripsi | ILMU EKONOMI
Penelitian ini menganalisis pengaruh perkembangan sektor keuangan terhadap diversifikasi ekspor Indonesia dengan pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) menggunakan data time series periode 1980–2021. Variabel penelitian meliputi diversifikasi ekspor sebagai variabel dependen, perkembangan sektor keuangan sebagai variabel independen, serta nilai tukar, utang luar negeri, PDB riil, dan keterbukaan perdagangan sebagai variabel kontrol. Hasil bounds test mengindikasikan adanya pengaruh jangka panjang antarvariabel, sementara estimasi ECM menunjukkan proses penyesuaian yang relatif cepat setelah terjadi guncangan. Secara umum, nilai tukar dan utang luar negeri berkaitan dengan peningkatan diversifikasi ekspor dalam jangka panjang, sedangkan perkembangan sektor keuangan, PDB riil, dan keterbukaan perdagangan berkorelasi dengan penurunan diversifikasi ekspor. Robustness test melalui model alternatif tanpa dummy krisis 1998 menghasilkan kinerja yang lebih lemah, sehingga kontrol terhadap guncangan struktural penting dalam menjelaskan dinamika diversifikasi ekspor Indonesia. Temuan ini mengindikasikan bahwa dinamika sektor keuangan dan variabel makroekonomi berkontribusi dalam membentuk arah perkembangan struktur ekspor Indonesia, terutama melalui proses penyesuaian jangka panjang.
This study analyses the relationship between financial development and Indonesia’s export diversification using the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) approach with time series data covering the period 1980–2021. The model includes export diversification as the dependent variable, financial development as the main independent variable, and the exchange rate, external debt, real GDP, and trade openness as control variables. The bounds test indicates a long-run relationship among the variables. The error correction model (ECM) suggests that deviations from the long-run equilibrium are corrected relatively quickly after short-run shocks. In the long run, the exchange rate and external debt are associated with higher export diversification, while financial development, real GDP, and trade openness are associated with lower export diversification. A robustness check using an alternative specification that excludes the 1998 crisis dummy performs worse, indicating that controlling for structural shocks is important in explaining Indonesia’s export diversification dynamics. These findings indicate that financial sector dynamics and macroeconomic conditions play a role in shaping the evolution of Indonesia’s export structure, particularly through long-run adjustment mechanisms.
Kata Kunci : diversifikasi ekspor, perkembangan sektor keuangan, ARDL, ECM