Analisis Dosis Terapi Kanker Lambung Menggunakan PHITS 3.35 dengan Metode Boron Neutron Capture Therapy
Syifa Nur Aisyah, Dr.Bambang Murdaka Eka Jati,Ms ; Prof.Ir.Yohanes Sardjono, APU
2026 | Skripsi | FISIKA
Penelitian ini
menganalisis efektivitas Boron Neutron Capture Therapy (BNCT) sebagai terapi alternatif untuk kanker
lambung menggunakan program simulasi Particle and Heavy Ion Transport Code System (PHITS) versi 3.35. Penelitian
ini dilatarbelakangi oleh tingginya insidensi dan mortalitas kanker lambung
secara global serta keterbatasan terapi konvensional dalam melindungi jaringan
sehat. BNCT memanfaatkan reaksi neutron dengan boron untuk menghasilkan dosis
tinggi secara selektif pada kanker dan meminimalkan paparan pada Organ at Risk (OAR). Penelitian ini
bertujuan menentukan konsentrasi boron, arah, dan waktu iradiasi yang optimal
dalam memaksimalkan dosis ekuivalen kanker dan meminimalkan dosis pada OAR, serta mengevaluasi dosis efektif tubuh.
Penelitian ini diharapkan mendukung pengembangan parameter klinis terapi BNCT
dan memperkuat pemanfaatan program PHITS dalam simulasi dan analisis dosimetri
BNCT. Penelitian ini menggunakan pemodelan phantom referensi pria dewasa
Oak Ridge
National Laboratory (ORNL) yang dimodifikasi dengan penambahan kanker pada lambung. Akselerator
menghasilkan proton berenergi 30 MeV yang menumbuk target berilium (Be) untuk
menghasilkan neutron cepat, kemudian sistem Beam Shaping Assembly (BSA) memoderasi
neutron tersebut menjadi neutron epitermal. Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi
boron sebesar 65,
100, dan 150 µg/g dengan rasio konsentrasi boron antara kanker terhadap jaringan normal
sebesar 10:1, serta mengevaluasi arah iradiasi anterior dan left
lateral. Simulasi menghasilkan komponen dosis boron, neutron, proton, dan
gamma yang dihitung sebagai dosis serap. Dosis tersebut dikonversi menjadi laju
dosis ekuivalen menggunakan faktor biologis. Laju dosis ekuivalen tersebut
kemudian digunakan untuk menentukan waktu iradiasi. Berdasarkan waktu tersebut
dihitung dosis ekuivalen dan dosis efektif tubuh. Simpulan penelitian
menunjukkan bahwa kombinasi arah iradiasi anterior dengan konsentrasi
boron 150 µg/g dan waktu iradiasi
3 menit 33,6 sekon memberikan keseimbangan optimal antara efektivitas terapi
dan keselamatan pasien. Konfigurasi tersebut berpotensi menjadi pilihan optimal
dalam terapi BNCT untuk kanker lambung.
This study analyzes the
effectiveness of Boron Neutron Capture Therapy (BNCT) as an alternative therapy
for gastric cancer using the Particle and Heavy Ion Transport Code System
(PHITS) simulation program version 3.35. This study is motivated by the high
global incidence and mortality of gastric cancer as well as the limitations of
conventional therapies in protecting healthy tissues. BNCT utilizes the
reaction between neutrons and boron to produce a high dose selectively in the
cancer while minimizing exposure to Organs at Risk (OAR). This study aims to
determine the optimal boron concentration, irradiation direction, and
irradiation time in order to maximize the cancer equivalent dose and minimize
the dose to OAR, as well as to evaluate the whole-body effective dose. This
study is expected to support the development of clinical parameters for BNCT
therapy and to strengthen the utilization of the PHITS program in BNCT
dosimetry simulation and analysis. This study uses a reference adult male phantom
from Oak Ridge National Laboratory (ORNL), modified by adding a cancer to the
stomach. An accelerator produces 30 MeV protons that strike a beryllium (Be)
target to generate fast neutrons, and a Beam Shaping Assembly (BSA) system then
moderates these neutrons into epithermal neutrons. This study uses variations
in boron concentration of 65, 100, and 150 µg/g with a boron concentration
ratio between cancer and normal tissue of 10:1, and evaluates anterior and left
lateral irradiation directions. The simulation produces boron, neutron, proton,
and gamma dose components calculated as absorbed dose. These doses are
converted into equivalent dose rates using biological weighting factors. The
equivalent dose rates are then used to determine the irradiation time. Based on
this time, the equivalent dose and whole-body effective dose are calculated.
The study concludes that the combination of anterior irradiation direction with
a boron concentration of 150 µg/g and an irradiation time of 3 minutes 33.6
seconds provides an optimal balance between therapeutic effectiveness and
patient safety. This configuration has the potential to be an optimal option in
BNCT therapy for gastric cancer.
Kata Kunci : BNCT, BSA, Kanker lambung, PHITS