Laporkan Masalah

Kinerja Kelembagaan SPAMDes Tirta Raharja dalam Pengelolaan Umbul Wadon di Taman Nasional Gunung Merapi

Khasanah Yunita Widayati, Dr. Ir. Tri Atmojo, S.Hut., M.T., IPU

2026 | Skripsi | KEHUTANAN

Taman Nasional Gunung Merapi berperan sebagai daerah tangkapan air bagi masyarakat sekitar, sehingga pemanfaatan sumber daya air menjadi salah satu nilai ekonomi utama di kawasan tersebut. Kelembagaan merupakan pilar penting dalam pengelolaan sumber daya air, sehingga penilaian perkembangan kelembagaan dan penetapan prioritas diperlukan untuk memastikan organisasi berfungsi secara efisien serta mengalokasikan sumber daya secara optimal. Salah satu mata air di TNGM adalah Umbul Wadon yang dikelola beberapa kelompok pengelola, salah satunya SPAMDes Tirta Raharja bagi masyarakat Kalurahan Umbulharjo. Belum terdapat informasi mengenai kelembagaan SPAMDes Tirta Raharja, sehingga penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi tingkat perkembangan kelembagaan dan (2) menentukan prioritas kegiatan pengembangan kelembagaan SPAMDes Tirta Raharja.

Penelitian dilaksanakan di Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman pada bulan Januari  ?  Februari 2026 dengan pendekatan kuantitatif. Metode analisis data menggunakan Institutional Development Framework (IDF) oleh Manullang (1999) dipadukan dengan variabel kelembagaan oleh Esman (1986), sehingga menghasilkan 37 komponen kunci penilaian. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, kuesioner, serta sensus terhadap 12 pengurus aktif SPAMDes Tirta Raharja.

Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks IDF SPAMDes Tirta Raharja sebesar 3,17 yang termasuk tahap permulaan dewasa. SPAMDes Tirta Raharja memiliki kapasitas cukup baik dalam mempertahankan keberlangsungan organisasi untuk menuju pada kemandirian dan keberlanjutan. Namun, beberapa komponen masih belum optimal seperti partisipasi, pemeriksaan keuangan, struktur organisasi, tugas wewenang, pelatihan, penghargaan, serta hubungan eksternal. Oleh karena itu, prioritas kegiatan diarahkan pada peningkatan partisipasi anggota, pemeriksaan keuangan rutin, evaluasi struktur organisasi dan uraian tugas, pelaksanaan pelatihan,  penerapan sistem penghargaan, penguatan kerja sama eksternal, serta penyusunan rencana kerja tahunan rutin. 


Mount Merapi National Park functions as a water catchment area for surrounding communities, making water resource utilization one of the main economic values in the area. Institutional capacity is an important pillar in water resource management. Assessing institutional development and determining priorities are necessary to ensure organizations function efficiently and allocate resources optimally. One of the springs within Mount Merapi National Park is Umbul Wadon, managed by several groups, including SPAMDes Tirta Raharja serving the community of Umbulharjo Village. Limited information regarding the institutional condition of SPAMDes Tirta Raharja has encouraged this study to (1) identify the level of institutional development and (2) determine priority activities for institutional development.

This research was conducted in Umbulharjo Village, Cangkringan Subdistrict, Sleman Regency, from January to February 2026 using a quantitative approach. Data analysis used the Institutional Development Framework (IDF) by Manullang (1999) combined with institutional variables by Esman (1986), resulting in 37 key assessment components. Data were collected through observation, interviews, documentation, questionnaires, and a census of 12 active members.

The results showed that the IDF index value of SPAMDes Tirta Raharja was 3.17, categorized in the early maturity stage, indicating adequate capacity to sustain operations toward independence and sustainability. However, several components remain suboptimal, including participation, financial auditing, organizational structure, roles and responsibilities, training, rewards, and external relations. Therefore, priority activities include improving member participation, conducting routine financial audits, evaluating organizational structure and job descriptions, implementing training programs, establishing reward systems, strengthening external collaboration, and preparing routine annual work plans.


Kata Kunci : Taman Nasional Gunung Merapi, Umbul Wadon, SPAMDes Tirta Raharja, Perkembangan Kelembagaan, IDF, Mount Merapi National Park, Institutional Development

  1. S1-2026-496989-abstract.pdf  
  2. S1-2026-496989-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-496989-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-496989-title.pdf