Laporkan Masalah

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIMPANGAN WILAYAH DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2015-2024

Vikry Khoiri, Prof. Dr. Lutfi Muta'ali, S.Si., M.T.

2026 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Ketimpangan pembangunan wilayah merupakan salah satu isu penting dalam pembangunan regional yang masih terjadi di Provinsi Jawa Tengah. Perbedaan karakteristik ekonomi, distribusi investasi, kualitas sumberdaya manusia, serta kondisi ketenagakerjaan antar kabupaten/kota menyebabkan capaian pembangunan yang tidak merata. Wilayah perkotaan dan kawasan Pantai Utara berkembang relatif lebih pesat sebagai pusat aktivitas ekonomi, sementara sebagian wilayah lainnya masih didominasi oleh sektor primer dengan struktur ekonomi yang kurang terdiversifikasi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi perekonomian, investasi, pembangunan manusia, dan pengangguran serta menganalisis pengaruh PDRB sektor primer, investasi Penanaman Modal Asing (PMA), investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terhadap ketimpangan wilayah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah selama periode 2015–2024. Ketimpangan wilayah diukur menggunakan Indeks Jaime Bonet yang membandingkan PDRB per kapita kabupaten/kota terhadap rata-rata provinsi. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Geographically Weighted Panel Regression (GWPR) untuk mengidentifikasi variasi spasial pengaruh variabel terhadap ketimpangan wilayah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh variabel terhadap ketimpangan wilayah bersifat tidak seragam antar kabupaten/kota. Variabel PDRB sektor primer, Indeks Pembangunan Manusia, dan Tingkat Pengangguran Terbuka merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi ketimpangan wilayah, sedangkan variabel investasi menunjukkan pengaruh yang lebih terbatas pada beberapa wilayah tertentu. Temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan karakteristik wilayah memengaruhi dinamika ketimpangan pembangunan sehingga diperlukan kebijakan pembangunan yang mempertimbangkan kondisi spesifik masing-masing wilayah guna mendorong pemerataan pembangunan di Provinsi Jawa Tengah.

Regional development inequality remains significant in Central Java. Differences in economic structure, investment, human development, and labor market conditions exist across districts and municipalities. Urban areas and the northern coastal corridor develop more rapidly as economic centers. Many other regions remain dominated by the primary sector with less diversified economies.

This study aims to identify the conditions of the regional economy, investment, human development, and unemployment, and to analyze the influence of primary sector Gross Regional Domestic Product (GRDP), Foreign Direct Investment (FDI), Domestic Direct Investment (DDI), Human Development Index (HDI), and Open Unemployment Rate (OUR) on regional inequality among districts and municipalities in Central Java during the period 2015–2024. Regional inequality is measured using the Jaime Bonet Index, which compares district or municipal GRDP per capita with the provincial average. The analysis employs the Geographically Weighted Panel Regression (GWPR) approach to identify spatial variations in the influence of these variables.

The results show that the determinants of regional inequality vary by district and municipality. The primary sector's GRDP, Human Development Index, and Open Unemployment Rate are the most dominant factors. Investment variables show more limited effects in certain areas. These findings suggest that differences in regional characteristics shape development inequality. This highlights the need for place-based development policies to promote more balanced regional development in Central Java Province.

Kata Kunci : ketimpangan wilayah, investasi, pembangunan manusia, GWPR, Jawa Tengah

  1. S1-2026-503890-abstract.pdf  
  2. S1-2026-503890-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-503890-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-503890-title.pdf