Laporkan Masalah

Hubungan Walkability dan Frekuensi Berjalan Kaki di Kota Yogyakarta

Athifa Hanami Sahila, Isti Hidayati, S.T., M.Sc., Ph.D.

2026 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara walkability pada skala makro dan mikro dengan frekuensi berjalan kaki di Kota Yogyakarta. Walkability makro direpresentasikan melalui atribut kepadatan, keragaman guna lahan, konektivitas jaringan jalan, aksesibilitas transportasi, dan proximity atau kedekatan terhadap amenitas, sedangkan walkability mikro diukur melalui ketersediaan dan fungsi trotoar. Pendekatan penelitian menggunakan kombinasi analisis spasial berbasis GIS dan survei terhadap 121 pejalan kaki dengan metode self-report untuk mengukur frekuensi berjalan kaki. Unit amatan berupa koridor jalan dipilih secara purposif untuk merepresentasikan kombinasi walkability makro dan mikro (tinggi–rendah), sedangkan unit analisis adalah individu pengguna koridor. Analisis dilakukan menggunakan uji crosstabs untuk mengidentifikasi hubungan antara walkability dan frekuensi berjalan kaki, serta analisis deskriptif untuk mengkaji pola-pola yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan adanya asosiasi signifikan antara kategori walkability dan frekuensi berjalan kaki (?² = 18,823; p = 0,004), tetapi pola yang teramati bersifat tidak linear. Koridor dengan walkability tinggi tidak menunjukkan frekuensi tertinggi, mengindikasikan kompleksitas hubungan yang tidak sejalan dengan prediksi model linear dalam literatur. Analisis lebih lanjut mengidentifikasi kovariat antara karakteristik pejalan kaki dengan kategori walkability dan dengan frekuensi berjalan kaki. Temuan ini mengindikasikan bahwa dalam konteks Yogyakarta, variasi frekuensi berjalan kaki kemungkinan lebih dijelaskan oleh karakteristik pejalan kaki dibandingkan variasi walkability. Hal tersebut menunjukkan bahwa intervensi terhadap walkability perlu mempertimbangkan karakteristik pengguna untuk efektivitas optimal.

This study aims to analyze the relationship between macro and micro-scale walkability and walking frequency in Yogyakarta. Macro-scale walkability is represented by attributes such as density, land use diversity, street network connectivity, public transport accessibility, and proximity to amenities, while micro-scale walkability is measured through sidewalk availability and functionality. The study employs a mixed approach combining GIS-based spatial analysis and 121 individual self-reported surveys to measure walking frequency. The unit of observation consists of street corridors purposively selected to represent combinations of high and low macro- and micro-scale walkability, while the unit of analysis is individual corridor users. Analysis was conducted using crosstabulation tests to identify associations between walkability and walking frequency, complemented by descriptive analysis to explore emerging patterns. The findings reveal a significant association between walkability categories and walking frequency (?² = 18.823, p = 0.004), yet the observed pattern is non-linear. Corridors with high walkability did not show the highest frequency, indicating relationship complexity inconsistent with linear model predictions in the literature. Further analysis identified covariates between pedestrian characteristics and both walkability categories and walking frequency. These findings suggest that in the Yogyakarta context, variation in walking frequency may be more strongly explained by pedestrian characteristics than by local walkability variations. This implies that improvements in walkability need to account for user characteristics to achieve optimal effectiveness.

Kata Kunci : frekuensi berjalan kaki, Kota Yogyakarta, perilaku berjalan kaki, walkability

  1. S1-2026-498405-abstract.pdf  
  2. S1-2026-498405-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-498405-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-498405-title.pdf