Laporkan Masalah

Hubungan citra diri dengan kepuasan hidup pada ibu-ibu usia 50-60 tahun :: Studi penelitian terhadap perempuan Mandailing dan perempuan Minagkabau

WARDAH, Afisah, Dr. Endang Ekowarni

2005 | Tesis | S2 Psikologi Perkembangan

Kepuasan hidup dipengaruhi banyak faktor salah satunya adalah citra diri (Hurlock, 1980; Haditono, 1983; Herzog, dkk. 1998; Holahan, dkk. 1998; dan Diehl, 2001). Sementara itu citra diri sendiri dipengaruhi oleh pengalamanpengalaman sepanjang rentang kehidupan, kejadian penting dalam kehidupan, perubahan biologis dan fisiologis, (Munnich, dalam Indati, 1998), faktor budaya, kebijakan pemerintah, stereotip yang berkembang, (Haditono, 1983), pola asuh orangtua, kegagalan hidup, serta kritik internal (Rini, 2002). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra diri dengan kepuasan hidup, perbedaan citra diri, dan perbedaan kepuasan hidup. Instrumen yang digunakan adalah skala citra diri, skala kepuasan hidup, dan life satisfaction history. Subyek pada penelitian ini adalah ibu-ibu yang berusia 50 – 60 tahun berasal dari suku Mandailing dan Minangkabau, agama Islam, bekerja sebagai PNS, guru SD, bidan, serta wirausahawati, berjumlah 58 orang, dan bertempat tinggal di kota Medan. Hasil korelasi moment tangkar menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara citra diri dengan kepuasan hidup (r=0,052, r2=0,003, p>0,05). Selain itu berdasarkan uji-t, tidak ada perbedaan citra diri (t=1,4681, p>0,05). Tetapi ada perbedaan kepuasan hidup antara ibu-ibu Mandailing dengan ibu-ibu Minangkabau (t=-2,325, p = 0,002). Kepuasan hidup ibu-ibu Minangkabau lebih tinggi daripada ibu-ibu Mandailing (rerata Minangkabau = 71,643 > rerata Mandailing = 65,533). Dari hasil life satisfaction history, anak-anak menjadi faktor pertama yang menumbuhkan kepuasan hidup, disusul perkawinan, pendidikan, kesehatan, keuangan, pekerjaan, orangtua, sosialisasi, dan saudara.

Self image is the predictor may support to development life satisfaction (Hurlock, 1980; Haditono, 1983; Herzog, dkk. 1998; Holahan, dkk. 1998; and Diehl, 2001). In the other context, self image was supported by the life experiences, traumatic experience, biological and fisiological changes, (Munnich in Indati, 1998), culture aspect, nation wisdoms, stereotype, (Haditono, 1983), child rearing, the failure in the life, and internal critics, (Rini, 2002). This research was conducted to investigate the relationship between self image and life satisfaction, the difference of self image, and the difference of life satisfaction in the Mandailing and Minangkabau women in age 50 – 60.The data were collected by using self image scale, life satisfaction scale, and life satisfaction history. Based on product moment correlation technic found that was not correlation between self image and life satisfaction (r = 0,052; r2 = 0,003; p > 0,05). This mean that self image was not predictor toward life satisfaction The result of t-test, the first, showed that t = 1, 468, p > 0,05, and this mean was not difference self image in the people women. Second, t-test = -2,325, p =0,002. It’s mean that life satisfaction between the Mandailing and Minangkabau women is difference. The Minangkabau women more satisfy than Mandailing women (mean Minangkabau women = 71, 643 > mean Mandailing women = 65,533). In the other result by life satisfaction history, showed that the first predictors life satisfaction is the child, and then, marital status, education, health, financial, job, parent, social relationship, and family.

Kata Kunci : Psikologi Perkembangan, Citra Diri, Kepuasan Hidup, self image, life satisfaction, Mandailing and Minangkabau ethnic Women


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.