Peran Pemberdayaan Perempuan terhadap Penggunaan Fasilitas Kesehatan selama Persalinan berdasarkan Hasil Survei Indonesia *Demographic And Health Survey* 2017
Nur Indah Sari Dewi, Samudera Fadlilla Jamaluddin, S.Psi., M.Sc.
2026 | Skripsi | PSIKOLOGI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberdayaan perempuan terhadap penggunaan fasilitas kesehatan (FASKES) selama persalinan di Indonesia. Dengan mengadopsi dan memodifikasi Behavioral Model of Health Services Use dari Andersen, penelitian ini menelaah tiga dimensi pemberdayaan: aset manusia dan sosial, sikap/keyakinan gender, serta partisipasi dalam keputusan rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI/IDHS) 2017. Sampel penelitian mencakup 388 responden perempuan menikah usia 15-49 tahun yang dipilih melalui stratified random sampling. Temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor pemungkin (enabling factors) dalam dimensi aset manusia dan sosial menjadi prediktor paling dominan. Variabel yang berpengaruh signifikan secara positif adalah Kepemilikan Asuransi (B = 1,123; P = 0,000; Exp (B) = 3,075; 95% CI: 1,668-5,666), Tempat Tinggal (B = 1,105; P = 0,002; Exp (B) = 3,019; 95% CI: 1,500-6,077, dan Indeks Kekayaan (B = 1,580; P = 0,002; Exp (B) = 4,853; 95% CI: 1,780-13,235). Variabel lain seperti pendidikan, status kerja, dan keyakinan gender tidak menunjukkan pengaruh signifikan dalam model ini. Penelitian menyimpulkan bahwa aset ekonomi dan faktor geografis jauh lebih dominan dalam menentukan akses kesehatan maternal di Indonesia dibandingkan otonomi domestik.
This study aims to analyze the influence of women's empowerment on the use of health facilities (FASKES) during childbirth in Indonesia. By adopting and modifying Andersen's Behavioral Model of Health Services Use, this study examines three dimensions of empowerment: human and social assets, gender attitudes/beliefs, and participation in household decisions. The method used is a quantitative approach with a cross-sectional design using secondary data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (SDKI/IDHS). The research sample includes 388 married female respondents aged 15-49 years selected through stratified random sampling. Data analysis was performed using binary logistic regression. The research findings indicate that enabling factors in the human and social asset dimensions are the most dominant predictors. Variables that have a significant positive effect are Insurance Ownership (B = 1,123; P = 0,000; Exp (B) = 3,075; 95% CI: 1,668-5,666), Place of Residence (B = 1,105; P = 0,002; Exp (B) = 3,019; 95% CI: 1,500-6,077), and Wealth Index (B = 1,580; P = 0,002; Exp (B) = 4,853; 95% CI: 1,780-13,235). Other variables such as education, employment status, and gender beliefs did not show a significant influence in this model. The study concludes that economic assets and geographical factors are far more dominant in determining maternal health access in Indonesia compared to domestic autonomy.
Kata Kunci : Pemberdayaan Perempuan, Fasilitas Kesehatan, Regresi Logistik, Asuransi Kesehatan, Persalinan