Pemanfaatan Foto Udara dan Sistem Informasi Geografis untuk evaluasi pemanfaatan ruang terhadap RUTRK sebagian wilayah Kabupaten Sleman
Wiji Sulistyowati, Drs. Zuharnen, M.S.,; Barandi Sapta Widartono, S.Si.
2004 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini mengemukakan tentang evaluasi bentuk penggunaan lahan terhadap Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) Sleman periode 2001-2011 menggunakan sistem informasi geografis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bentuk-bentuk penyimpangan pemanfaatan ruang saat ini terhadap rencana tata ruang. Sebagian data fisik lahan disadap melalui interpretasi foto udara pankromatik hitam putih skala 1: 20.000 tahun pemotretan 2000 dan dilengkapi dengan uji lapangan tahun 2004. Kajian ini merupakan penelitian survey menggunakan metode analisis keruangan dengan teknik overlay peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas penyimpangan penggunaan lahan terhadap pemanfaatan ruang RUTRK Sleman yaitu (1) Penggunaan lahan sesuai terhadap RUTRK seluas 3447,38 Ha atau 49,44%, (2) Penggunaan lahan belum terealisasi terhadap RUTRK seluas 1565,19 Ha atau 22,44% dan (3) Penyimpangan penggunaan lahan terhadap RUTRK seluas 1960,82 Ha atau 28,12%. Berdasarkan pembagian blok (dari A sampai D), bentuk penggunaan lahan yang mengalami penyimpangan pemanfaatan ruang RUTRK terluas terdapat pada blok B, 524,47 Ha (34,25%), disusul kemudian blok A seluas 1239,73 Ha (27,66%), kemudian blok C seluas 123,19 Ha (22,70%) dan blok D seluas 73,43 Ha (17,60%). Penyimpangan penggunaan lahan terhadap pemanfaatan ruang RUTRK Sleman paling banyak disebabkan oleh bentuk penggunaan lahan permukiman seluas 1385,30 Ha dari seluruh luas lahan yang mengalami penyimpangan. Perdagangan tidak dominan sebagai penyebab terjadinya penyimpangan penggunaan lahan. Berdasarkan substansi, evaluasi terhadap materi dokumen RUTRK Sleman menunjukkan bahwa alokasi pemanfaatan ruang masih terjadi tumpang tindih pada beberapa jenis pemanfaatan ruang Penyimpangan pemanfaatan ruang di wilayah penelitian adalah sebesar 28,12% dari total luas wilayah perencanaan, hal ini menunjukkan tingkat penyimpangan di wilayah penelitian adalah sedang.
This research deals with land use evaluation to General Planning of space utilization of Sleman Town in 2001-2011 using geographic information system. The aim of this research is to study the deviation between existing land use toward space utilization. Most of the land physical data was obtained through black and white panchromatic aerial photograph interpretation in scale 1: 20.000 taken in 2000 and completed by field test in 2004. The research method is spatial analysis by map overlay technique. Research result that deviation wide of land use to space utilization indicate (1) Land use suitable to general planning of space utilization is 3447,38 Ha or 49,44 %, (2) Land use not realized yet to general planning of space utilization 1565,19 Ha or 22,44% and (3) Land use deviation to general planning of space utilization 1960,82 Ha or 28,12%. Percentage of deviation of land use based on division of blok (from A to D) show that the land use is the most deviation in blok B, 524,47 Ha (34,25%) secondly is blok A, 1239,73 Ha (27,66%), thirdly is blok C, 123,19 Ha (22,70%) and blok D, 73,43 Ha (17,60%). The first deviation of land use to space utilization of Sleman Town becouse land use for housing comprises 1385,30 Ha from total deviation. Thus commerce of land use not dominant as deviation of land use. Basis from material deviation of land use show that allocation space utilization still overlapping at same location. Percentage of deviation land use in area research is 28,12% from total area planning. There is show that level of deviation in area research is medium level.
Kata Kunci : Foto udara, sistem informasi geografis,Ruang terbuka,Sleman,DIY