Kajian Occupancy Rate Multitemporal sebagian kota Yogyakarta : Analisis data penginderaan jauh
Wijayanti, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.; Drs. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc.
2007 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini bertujuan (1) Inventarisasi jumlah rumah mukim dan ukuran bangunan rumah mukim di Kecamatan Danurejan dan Kecamatan Tegalrejo pada tahun 1996 dan 2004 berdasarkan interpretasi foto udara perekaman tahun 1996 dan citra Quickbird perekaman tahun 2003, (2) Mengkaji jumlah penduduk dan komposisi penduduk berdasarkan kelompok umur, serta pertambahan penduduk pada tahun 1996 dan 2004 di Kecamatan Danurejan dan Kecamatan Tegalrejo berdasarkan analisis data monografi kelurahan, (3) Menganalisis occupancy rate tahun 1996 dan 2004 di Kecamatan Danurejan dan Kecamatan Tegalrejo. Penelitian ini menggunakan foto udara pankromatik hitam putih skala 1:13.000 perekaman tahun 1996 dan citra Quickbird perekaman tahun 2003 sebagai sumber data karakteristik rumah mukim dengan cara interpretasi visual pada citra digital. Data penduduk diperoleh dari telaah pustaka pada data monografi kelurahan. Karakteristik rumah mukim dan penduduk merupakan parameter dalam penentuan occupancy rate. Analisis yang digunakan adalah analisis komparatif yaitu membandingkan kondisi pada tahun 1996 dan 2004 di Kecamatan Danurejan dan Tegalrejo, serta membandingkan karakteristik wilayah dua kecamatan tersebut. Hasil penelitian ini menunujukkan bahwa dalam delapan tahun rumah mukim di Kecamatan Danurejan meningkat sebanyak 79 rumah dan Kecamatan Tegalrejo meningkat sebanyak 299 rumah. Kedua kecamatan tersebut didominasi oleh rumah mukim ukuran besar dengan luas total area 219,79 Ha, sedangkan rumah mukim berukuran sedang dan kecil terdapat di sekitar Sungai Code dan Sungai Winongo dengan luas 2,69 Ha dan 1.06 Ha. Jumlah penduduk Kecamatan Danurejan mengalami peningkatan 1152 jiwa dengan pertambahan penduduk 3,95%, sedangkan Kecamatan Tegalrejo meningkat 5229 jiwa dengan pertambahan penduduk 14,66%. Komposisi penduduk menurut kelompok umur di kedua kecamatan didominasi oleh kelompok umur produktif (15 - 64 tahun). Occupancy rate Kecamatan Danurejan meningkat dari 9,37 menjadi 9,55, sedangkan Kecamatan Tegalrejo dari 5,21 menjadi 5,77. Peningkatan occupancy rate tersebut menunjukkan bahwa dari tahun 1996 sampai 2004 penduduk ditampung pada existing rumah mukim yang sudah ada sebelumnya dan tidak semua tertampung dalam rumah mukim baru.
The aim of these research are (1) to inventarize number of settlement and its size in Danurejan and Tegalrejo Subdistrict in 1996 and 2004 according to the aerial-photo interpretation recorded in 1996 and Quickbird imagery recorded in 2003, (2) to study the number of population and composition of population based on age cluster, either increasing population parameter in 1996 and 2004 arounds Danurejan and Tegalrejo Subdistrict based on the kelurahan's monography data analyses, (3) to analyze the occupancy rate in 1996 and 2004 in Danurejan and Tegalrejo Subdistrict. These research use black and white panchromatic aerial-photo in scale 1:13,000 recorded in 1996 and Quickbird imagery recorded in 2003 as the data source for settlement characteristic use visual interpretation based on digital imagery. Population data was acquired from basic-reference on kelurahan's monography. The characteristic of settlement and population are used parameters on determining the occupancy rate. The developed analyses are comparative analyses in which they are comparing the condition between 1996 and 2004 in Kecamatan Danurejan and Tegalrejo, either the regional characteristic in both kecamatan. The result shows that during this recent eight years, settlements in Danurejan have been increasing into 79 houses and Tegalrejo Subdistrict have been increasing into 2,99 houses. Both Subdistricts are dominated by large-sized settlement with total area 2,19.79 Hectares, while medium and small-sized are spread out around Code and Winongo River with 2.69 and 1.06 Hectares. The total amount of population in Danurejan Subdistrict has raised into 1.152 people, with 3.95% increase, while in Tegalrejo Subdistrict has 5,229 people with 14,66% increase. Population composition based on age cluster in both Subdistricts are dominated by productive aged (15 to 64 years old). Occupancy rate in Danurejan Subdistrict has increased from 9.37 to 9.55%, while in Tegalrejo Subdistrict are from 5.21 to 5.77%. These increasing of occupancy rate shows that during 1996 to 2004, people are settled in the existing settlement that have been built before and they aren't settled inside the new ones.
Kata Kunci : rumah mukim, penduduk, occupancy rate,settlement, population, occupancy rate