Laporkan Masalah

Perbedaan Efektifitas Pemberian Preparat Estrogen dan Pil Kombinasi estrogen-Progestin pada Penanganan Gangguan Siklus Haid Akseptor KB Suntik Depo-Provera di KLinik KB PKBI Klaten

C. Herjuningtyas Nurrachmi, Dr. Irmasyah Mohtar.; dr. J.B. Soebroto

1994 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Keberhasilan program Keluarga Berencana Nasional telah menampakkan hasil yang menggembirakan. Angka pertum- buhan penduduk turun dari 2,3% tahun 1978 menjadi 1,97% di tahun 1990. Di Indonesia 69% akseptor kontrasepsi steroid dari keseluruhan akseptor KB aktif; terdapat 17,2% dianta- ranya adalah akseptor KB suntik. Salah satu kontrasepsi suntikan yang banyak dipakai saat ini adalah Depo-Provera yang mengandung 150 mg DMPA dapat mengakibatkan terjadinya pola haid yang tidak teratur, spotting atau ammenorrhoe dengan dampak penghentian pemakaian kontrasepsi suntikan tersebut. Sehingga perlu diupayakan perlindungan terhadap efek yang tidak diharapkan dari pemakaian kontrasepsi suntikan Depo-Provera ini, terutama dapat mengatasi lema gangguan siklus haid tersebut. prob- efektivitas Tujuan penelitian adalah membandingkan keberhasilan terapi antara pemberian preparat Estrogen dengan pil kombinasi Estrogen-Progestin pada penanganan gangguan siklus haid akseptor KB-suntik Depo-Provera. Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi analitik observasional retrospektif (cohort). Subyek pene litian diperoleh secara random sampling yang terdiri dari 80 akseptor KB-suntik Depo-Provera yang telah mengalami gangguan siklus haid dan telah diterapi dengan dua macam terapi hormon di Klinik PKBI cabang Klaten periode Januari 1988-1989, terbagi menjadi 2 kelompok terapi yaitu kelom- Pok terapi preparat Estrogen (terapi A) dan kelompok terapi Pil Kombinasi (terapi B). Subyek penelitian dari kedua kelompok tersebut disetarakan dengan kriteria match- ing pada variabel umur, jumlah paritas, dan lama pemakaian kontrasepsi suntikan. Selanjutnya diikuti sampai 12 bulan berikutnya dan dibandingkan keberhasilan terapinya. Hasil penelitian didapatkan angka keberhasilan terapi tertinggi terdapat pada kelompok terapi Pil Kombinasi (terapi B) yaitu sebanyak 35 akseptor (43,75%) sedangkan untuk kelompok terapi preparat Estrogen (terapi A) dipero- leh angka keberhasilan 10% dari 8 akseptor. Analisa statistik menggunakan uji Chi pangkat dua didapatkan nilai X = 36,66 pada nilai kritis X = 3,841 dengan nilai a = 0,05 dan db = 1 yang menunjukkan ada perbedaan bermakna secara statistik antara macam terapi dengan kebehasilan terapi. Maka terapi Pil Kombinasi (terapi B) lebih efektif dibanding terapi preparat Estrogen (terapi A) pada penanganan gangguan siklus haid

Kata Kunci : akseptor KB, suntik Depo, Estrogen, Progestin

  1. S1-FKU-1994-76248-C-Herjuningtyas-Nurrachmi-abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1994-76248-C-Herjuningtyas-Nurrachmi-bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1994-76248-C-Herjuningtyas-Nurrachmi-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1994-76248-C-Herjuningtyas-Nurrachmi-title.pdf