ANALISIS ASIMETRI REMITANSI DI TENGAH RISIKO GEOPOLITIK GLOBAL: STUDI EMPIRIS PADA KAWASAN ASIA
Zepri Ramadan, Evi Noor Afifah, Dr., S.E., M.S.E.,
2026 | Skripsi | ILMU EKONOMI
Remitansi merupakan sumber devisa penting bagi banyak negara Asia, namun
ketahanannya dapat tertekan ketika ketidakpastian geopolitik global meningkat.
Penelitian ini menganalisis pengaruh risiko geopolitik global terhadap arus
remitansi masuk serta menguji apakah respons remitansi bersifat asimetris
antara fase eskalasi dan normalisasi risiko. Penelitian menggunakan data panel
tahunan 10 negara Asia periode 1990–2024, dengan remitansi (logaritma inward
remittance inflows) sebagai variabel dependen dan Geopolitical Risk
Index (GPR) sebagai variabel utama. Model mengendalikan PDB per kapita,
inflasi, suku bunga riil, dan tingkat pengangguran; serta menambahkan
keterbukaan perdagangan dan pendapatan minyak (oil rents) sebagai uji
ketahanan (robustness check). Estimasi dilakukan menggunakan Panel
ARDL–ECM dan Panel Nonlinear ARDL–ECM (PNARDL) dengan estimator Pooled Mean
Group (PMG), didahului serangkaian uji pra-estimasi yang relevan untuk
panel makro. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan GPR menekan remitansi dalam
jangka panjang. Pada spesifikasi asimetris, kenaikan GPR berdampak negatif kuat
dan persisten, sedangkan penurunan GPR tidak signifikan, sehingga menegaskan
adanya asimetri jangka panjang. Temuan ini mengimplikasikan perlunya mitigasi
risiko geopolitik melalui penguatan infrastruktur pembayaran lintas batas,
penurunan biaya remitansi, serta penyiapan bantalan kebijakan makro bagi negara
yang bergantung pada remitansi.
Remittances are a key source of
foreign exchange for many Asian economies, yet their resilience may weaken when
global geopolitical uncertainty rises. This study examines the impact of global
geopolitical risk on inward remittance inflows and tests whether the response
is asymmetric between risk escalation and normalization. Using annual panel
data for 10 Asian countries over 1990–2024, remittances (log of inward
remittance inflows) are modelled as a function of the Geopolitical Risk Index
(GPR), controlling for GDP per capita, inflation, the real interest rate, and
unemployment. Robustness checks extend the specification by adding trade
openness and oil rents. Estimation relies on panel ARDL–ECM and panel nonlinear
ARDL–ECM (PNARDL) using the Pooled Mean Group (PMG) estimator, preceded by
standard macro-panel pretests. Results indicate that higher GPR reduces
remittance inflows in the long run. PNARDL estimates reveal a pronounced
long-run asymmetry increases in GPR exert a strong and persistent negative effect,
whereas decreases in GPR are statistically insignificant. These findings
highlight the need to mitigate geopolitical-risk exposure by strengthening
cross-border payment infrastructure, reducing transfer costs, and building
macroeconomic buffers in remittance-dependent economies.
Kata Kunci : Risiko Geopolitik, Remitansi, Panel ARDL, Panel NARDL, Asia