DAMPAK PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH TERHADAP KEBERLANJUTAN PENGHIDUPAN MASYARAKAT DI KAMPUNG WARNA-WARNI KENJERAN KOTA SURABAYA
Frisma Sabila Shafa, Jimly Al Faraby, S.T., M.Sc., Ph.D.,
2026 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Kampung Warna-Warni Kenjeran merupakan Kampung Nelayan Bulak, Surabaya yang mendapatkan intervensi penanganan kumuh oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Surabaya dalam rangka implementasi peningkatan kualitas permukiman dan bagian dari pengembangan kawasan wisata utara Kota Surabaya. Intervensi yang dilakukan meliputi peningkatan kualitas permukiman dan menambah daya tarik kawasan. Namun, intervensi yang dilakukan saat ini sudah tidak terlihat signifikan secara fisik dan cenderung mengalami penurunan. Dampak dari perubahan yang terjadi hingga saat ini mengindikasikan memiliki dampak pada perubahan penghidupan masyarakat. Oleh karena itu, menarik untuk diketahui apakah penanganan kumuh berbasis kampung tematik telah berkontribusi pada penguatan penghidupan masyarakat secara berkelanjutan atau justru menimbulkan kerentanan baru.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penghidupan masyarakat setelah dilakukan penanganan permukiman kumuh dan mengungkap faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan penghidupan masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan melihat dinamika masyarakat yang terdampak program di Kampung Warna-Warni Kenjeran melalui pendekatan deduktif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara yang berdasar pada Sustainable Livelihood Framework (SLF), dengan menonjolkan aset penghidupan, yaitu modal alam, modal fisik, modal finansial, modal manusia, dan modal sosial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tiap aset memiliki kondisi yang beragam. Aset penghidupan yang masih menunjukkan berkelanjutan, yaitu modal alam dan modal fisik. Namun, masih muncul dua kerentanan dari kondisi tersebut, yaitu kerentanan ekonomi dan lingkungan. Ketiga aset yang tidak berkelanjutan memiliki hubungan yang paling menonjol dan sangat kuat dibandingkan yang lainnya. Kemudian, teridentifikasi 9 faktor yang memengaruhi keberlanjutan penghidupan, dengan klasifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat. Dalam mendukung keberlanjutan penghidupan, kebijakan selanjutnya diharapkan lebih menyesuaikan konteks kawasan dan karakteristik masyarakat.
Kata Kunci: Permukiman Kumuh, Kampung Tematik, Keberlanjutan Penghidupan, Kerentanan, Kampung Warna-Warni Kenjeran
Kampung Warna-Warni Kenjeran, a Bulak fishing village, has received slum upgrading interventions from the Central Government and Surabaya City Government as part of the implementation of settlement quality improvement and the development of the northern tourist area of Surabaya. These interventions include improving the quality of settlements and enhancing the area's attractiveness. However, the current interventions are no longer clearly visible and have deteriorated over time. These changes have significantly affected the livelihoods of the local community. Therefore, it is important to examine whether thematic village-based slum management has contributed to strengthening community livelihoods sustainably or has instead created new vulnerabilities.
This research aims to analyze changes in community livelihoods following slum management and to identify factors influencing their sustainability. This study examined the dynamics of the community impacted by the program in Kampung Warna-Warni Kenjeran using a qualitative deductive approach. Data were collected through observations and interviews based on the Sustainable Livelihood Framework (SLF), focusing on livelihood assets, natural, physical, financial, human, and social capital. The research results show that each asset has varying conditions.
Livelihood assets that still demonstrate sustainability include natural capital and physical capital. However, two vulnerabilities remain, namely economic and environmental vulnerabilities. The three unsustainable assets have the most prominent and strongest relationships compared to the others. Nine factors influencing livelihood sustainability were identified, classified as supporting and inhibiting factors. To support livelihood sustainability, future policies are expected to be more tailored to the regional context and community characteristics.
Keywords: Slum Upgrading, Thematic Villages, Livelihood Sustainability, Vulnerability, Kampung Warna-Warni Kenjeran
Kata Kunci : Permukiman Kumuh, Kampung Tematik, Keberlanjutan Penghidupan, Kerentanan, Kampung Warna-Warni Kenjeran